KILAS INTERNASIONAL

AS Tunda Blokir TikTok hingga Pelaku Penembakan New York

AFP, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 06:29 WIB
Berbagai peristiwa terjadi apda akhir pekan dirangkum dalam kilas internasional. Mulai dari AS tunda blokir TikTok hingga dugaan pelaku penembakan New York. AS menunda rencana blokir TikTok setidaknya hingga 27 September 2020. (Foto: AFP/Cindy Ord)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangkaian peristiwa terjadi selama akhir pekan, mulai dari penundaan blokir TikTok di AS hingga dugaan pelaku penembakan di New York lebih dari satu orang dirangkum dalam kilas internasional.

AS Tunda Larangan TikTok hingga 27 September

Kementerian Perdagangan Amerika Serikat mengumumkan penundaan larangan aplikasi berbagi video singkat, TikTok di negeri Paman Sam setidaknya hingga 27 September mendatang.

Melansir AFP, keputusan diambil tak lama setelah aplikasi populer asal China tersebut mengkonfirmasi kesepakatan mengenai usulan pengelolaan operasional TikTok di AS dengan melibatkan Oracle sebagai mitra teknologi dan Walmart sebagai mitra bisnis.


Konfirmasi atas kesepakatan tersebut dikeluarkan TikTok pada Sabtu (19/9), satu hari sebelum rencana pelarangan aplikasi diberlakukan.

"Kami senang bahwa kerja sama TikTok, Oracle, dan Walmart akan menyelesaikan masalah pertanyaan seputar masa depan TikTok di AS," ujar juru bicara TikTok kepada AFP.

Oracle disebut akan menjadi penyedia teknologi yang bertanggung jawab untuk menampung semua data pengguna TikTok di AS dan memastikan keamanan nasional AS.

"Saat ini juga kami bekerja sama dengan Walmart dalam kemitraan bisnis," ujar juru bicara TikTok.

China Bakal Balas AS atas Larangan TikTok

China dengan tegas menentang larangan Amerika Serikat (AS) terhadap aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi pembayaran serta jejaring pertemanan WeChat.

"Larangan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan AS atas kedua aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan asal China itu dinilai sangat merugikan," tulis Kementerian Perdagangan China, melansir China Daily.

Pemerintah China sendiri telah menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah AS atas larangan tersebut.

"Jika AS bertahan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," tambahnya

Polisi Duga Pelaku Penembakan New York Lebih dari Satu Orang

Polisi menduga pelaku penembakan di pesta halaman belakang sebuah rumah di Rochester, New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/9) kemarin, lebih dari satu orang. Penembakan itu mengakibatkan dua orang tewas dan 14 orang lainnya luka-luka.

"Dua orang korban kehilangan nyawa akibat tiga atau empat orang pelaku yang menembak kerumunan, yang terdiri dari 100 hingga 200 orang," ucap pihak Kepolisian Rochester, Frank Umbrino dalam konferensi pers, mengutip Associated Press, Minggu (20/9).

Polisi pada Sabtu (19/9) malam mengidentifikasi dua korban meninggal dunia yakni Jaquayla Young yang merupakan lulusan East High School dan Jarvis Alexander lulusan University Preparatory Charter School for Young Men.

Umbrino mengatakan, pesta itu seharusnya menjadi pertemuan kecil. Namun, sekelompok orang dari dua pesta di tempat lain yang berdekatan, pergi ke pesta yang dihadiri dua korban dan terjadi pertengkaran.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]