Donald Trump Anggap Kerja Sama TikTok-Oracle Berkat Dia

CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2020 05:37 WIB
Presiden AS Donald Trump menyiratkan peluang kerja sama TikTok dengan Oracle dan Walmart secara tak langsung terjadi berkat kebijakan dirinya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kemungkinan kesepakatan antara TikTok dengan Oracle dan Walmart sebagai hal fantastis.

Sebelumnya, aplikasi asal China itu menggandeng Oracle dan Walmart untuk mengakali pemblokiran oleh AS karena persoalan keamanan nasional Negari Paman SAM.

"Saya kira ini akan menjadi sebuah kesepakatan yang fantastis," kata Trump, Sabtu (19/9) seperti dikutip dari AFP.


"Saya telah memberikan kesepakatan itu berkat saya. Jika mereka menyelesaikannya, itu bagus. Jika tidak, tidak apa-apa juga," sambung presiden dengan latar belakang pengusaha kelas kakap AS tersebut.

Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Jumat (18/9) berencana membatasi akses dua aplikasi populer asal China, TikTok dan WeChat, mulai Minggu (20/9). AS akan melarang pengunduhan (download) aplikasi TikTok dan secara efektif memblokir penggunaan WeChat.

Pengguna TikTok tidak akan lagi bisa mengunduh pembaruan aplikasi. Namun, bagi pengguna yang sudah mengunduh bisa menggunakannya hingga 12 November. Sementara WeChat bakal lumpuh sepenuhnya di AS.

Di satu sisi, dengan kabar bekerja sama perusahaan AS, membuka peluang TikTok tetap bisa beroperasi di AS.

Oracle akan menjadi tuan rumah data pengguna TikTok dan meninjau kode TikTok untuk keamanan. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk memenuhi kekhawatiran keamanan nasional pemerintah AS tentang aplikasi tersebut.

Melansir CNN, pemerintah AS juga bakal menentukan satu orang perwakilan sebagai anggota dewan direksi TikTok. Anggota itu akan menjadi ahli dalam keamanan data dan akan memegang izin keamanan rahasia.

Orang yang ditunjuk itu juga akan bertanggung jawab untuk memimpin komite keamanan yang mana anggotanya merupakan warga negara AS yang disetujui secara individual oleh pemerintah negara tersebut.

(AFP/kid)

[Gambas:Video CNN]