Pemerintah China Bantah Sterilisasi Paksa Wanita Uighur

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 05:39 WIB
Pemerintah China membantah telah melakukan steriliasi paksa dan genosida pada wanita Muslim Uighur meskipun belakangan ini angka kelahiran di wilayah itu turun. China bantah telah melakukan sterilisasi paksa pada warga Uighur. (Greg Baker / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China membantah telah melakukan sterilisasi paksa dan genosida terhadap wanita dari minoritas Uighur. Bantahan mereka kirimkan kepada CNN.com.

Bantahan dikirimkan sebagai tanggapan atas artikel yang diterbitkan CNN pada Juli lalu. Sebagai informasi, pada Juli lalu sebuah artikel mendokumentasikan sebuah pelecehan dan kampanye yang dilakukan oleh Beijing.

Pelecehan dilakukan dengan menargetkan wanita minoritas Uighur, sebuah kelompok etnis Muslim berjumlah 10 juta orang. 


Dalam laporannya, CNN menemukan beberapa wanita Uighur dipaksa pemerintah untuk menggunakan alat kontrasepsi dan menjalani sterilisasi sebagai bagian dari upaya yang disengaja untuk menekan kelahiran masyarakat minoritas Xinjiang. 

Artikel itu ditulis berdasarkan laporan Adrian Zenz, seorang rekan senior di Victims of Communism Memorial Foundation. Adrian  terkenal karena penelitiannya di Xinjiang dengan mengutip dokumen resmi Tiongkok.

Meskipun membantah adanya genosida, pemerintah Xinjiang mengakui tingkat kelahiran di daerah mereka memang turun. Penurunan hampir sepertiga pada 2018, dibandingkan tahun sebelumnya. 

 Pemerintah setempat juga menyatakan selama dekad laporan Zenz tidak sesuai dengan kondisi nyata di Xinjiang

(CNN.com/agt)

[Gambas:Video CNN]