Militer China Rilis Video Simulasi Serangan ke AS

The Guardian, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 12:25 WIB
Militer China merilis sebuah video simulai penyerangan terhadap militer AS dengan mengadopsi potongan film Hollywood. Ilustrasi. (Foto: OMAR HAJ KADOUR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angkatan udara China merilis sebuah video simulasi penyerangan terhadap militer Amerika Serikat yang menghebohkan jagat pengguna media sosial Weibo. Video itu mengadopsi potongan film Hollywood ke dalamnya.

Dalam video yang telah disaksikan sebanyak 4,72 kali di Weibo itu dibuat oleh pusat propaganda dan budaya Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

Video itu memperlihatkan pembom H-6 lepas landas dalam jarak menengah dan jarak jauh. Kemudian personel angkatan udara China melancarkan serangan di pangkalan pulau yang sangat mirip dengan fasilitas pangkalan militer AS di Diego Garcia dan Guam.


Dalam video yang sama, militer China kemudian melakukan serangan mendadak yang sukses.

Namun pengguna Weibo justru melihat sejumlah kejanggalan mencolok pada video tersebut.

Mengutip The Guardian, kejanggalan yang dimaksud meliputi urutan rudal pusat peledak yang diambil dari tiga film Hollywood yakni Transformers: Revenge of the Fallen, The Rock, dan The Hurt Locker.

Bukannya menuai pujian, video itu justru banjir cemooh dan hujatan karena kurangnya orisinalitas.

Ternyata impian kami tentang kekuatan besar disatukan dengan mengedit potongan film Amerika," tulis seorang pengguna.
 
"Kami mempromosikan pesawat militer dalam negeri menggunakan potongan film Hollywood AS, mengapa repot-repot?," tulis pengguna lainnya.
 
"Ini video promosi (dari) bangsa kita, kenapa kita tidak menggunakan gambar kita sendiri?," tulis warganet lain.

Ketegangan antara China dan AS terus meningkat meliputi sejumlah bidang, mulai dari pertahanan, teknologi, ekonomi, perdagangan, sengketa laut, hingga status Hong Kong dan Taiwan.

Pentagon mengatakan China sudah melampaui AS dalam beberapa bidang pertahanan dan ingin menggandakan persediaan hulu ledak nuklirnya, namun klaim itu dibantah keras oleh Beijing.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]