Presiden Filipina Perpanjang Masa Darurat Pandemi hingga 2021

Associated Press, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 17:39 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memutuskan memperpanjang status masa darurat Covid-19 di negaranya hingga satu tahun ke depan. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Duterte memutuskan memperpanjang status masa darurat Covid-19 di negaranya hingga satu tahun ke depan. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memutuskan memperpanjang status masa darurat virus corona (Covid-19) di negaranya hingga satu tahun ke depan.

Dia melakukan itu supaya pemerintah dapat menarik anggaran darurat lebih cepat untuk memerangi pandemi Covid-19.

Status tersebut, kata Duterte, juga memungkinkan pemerintah Filipina untuk memanfaatkan polisi dan militer untuk menegakkan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat.


Dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal, Duterte yang terkenal garang mengecam para kritikus yang kerap menuduh pemerintahannya tidak becus menangani pandemi di Filipina.

"Apa 'cukup' yang Anda inginkan? Ada rumah sakit, tempat tidur dan rumah duka. Semuanya ada di sana, " kata Duterte, seperti diwartakan Associated Press, Selasa (22/9).

Dia mengatakan hal itu diduga untuk menyindir Wakil Presiden Leni Robredo, yang memimpin kelompok oposisi.

"Kamu tahu Leni, jika kamu mau, jika kamu benar-benar ingin membasmi Covid-19, mari kita semprot Filipina atau Manila dengan pestisida untuk membunuh semua ... Satu-satunya yang bisa kita lakukan, sungguh, adalah memakai masker, memakai masker wajah, hanya itu dan menunggu vaksinnya," tutur Duterte.

Status darurat pandemi corona Filipina akan berlangsung hingga 2021. Selama itu, pemerintah bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng di dalam kondisi bencana.

Sementara itu, sejumlah aturan seperti karantina dan pembatasan sosial akan tetap dilakukan seperti saat ini. Filipina sekarang memiliki lebih dari 290 ribu kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi, tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Dari jumlah itu, ada hampir 5.000 pasien meninggal.

Beberapa waktu lalu, demi menjaga jumlah dokter seiring kasus yang bertambah banyak, pemerintah Filipina pernah melarang dokter dalam negeri untuk ke pergi ke luar negeri. Terlebih lagi, Filipina adalah salah satu negara pemasok tenaga kerja medis terbesar di dunia.

Meski begitu, Duterte mengatakan larangan penempatan perawat Filipina, dokter, dan petugas kesehatan lainnya dengan kontrak kerja akhir di luar negeri telah dicabut.

Mereka yang tidak menandatangani kontrak tetap dilarang meninggalkan negara untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai di tengah wabah yang terus berlanjut.

Duterte diketahui pertama kali menetapkan status darurat corona di Filipina pada Maret lalu. Ketika itu jumlah infeksi di sana dikonfirmasi mendekati angka 200 dengan sekitar satu lusin angka kematian.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]