Duterte Bisa Disuntik Vaksin Rusia pada Mei 2021

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 12:39 WIB
Menegaskan siap untuk menerima vaksin Rusia, Presiden Filipina Rodrigo Duterte diperkirakan disuntik vaksin setelah uji klinis tahap tiga selesai. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan siap untuk disuntik vaksin Rusia di depan umum. (Ted ALJIBE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan dirinya memang siap menerima suntikan vaksin Rusia di depan umum, demikian dinyatakan juru bicara kepresidenan, Harry Roque, pada Sabtu (15/8).

Namun, seperti diberitakan Kantor Berita Filipina PNA, Duterte tidak akan mengikuti fase pertama uji klinis vaksin yang akan berlangsung Oktober ini, dan diperkirakan menerima vaksin pada awal Mei 2021.

Pada Selasa (11/8), Rusia mengumumkan telah menyetujui penggunaan vaksin virus corona yang dinamai Sputnik V, meski tidak sedikit pihak yang meragukan terobosan Rusia itu, termasuk WHO sendiri.


Rusia adalah negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin, meski uji klinis baru berlangsung kurang dari dua bulan. Data uji klinis pun belum pernah dipublikasikan pada khayalak umum.

Filipina sendiri menjadi salah satu dari sedikit negara yang akan bekerja sama dengan Rusia dalam uji klinis fase tiga dan akan berlangsung pada Oktober ke Maret 2021.

Uji klinis fase tiga diyakini para ahli merupakan fase kritis dalam pengembangan vaksin karena akan menentukan potensi efek samping. Uji klinis fase tiga biasa melibatkan ribuan orang.

Pada awal pekan ini Duterte menyatakan ia siap menjadi orang pertama yang diujicobakan.

Duterte mengaku sangat percaya vaksin buatan Rusia itu efektif memberikan kekebalan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Ketika vaksin datang, saya akan menyuntikkannya di depan umum. Tidak apa-apa jika bereksperimen dengan saya. Jika berhasil, maka vaksin ini akan bisa digunakan untuk semua orang," kata Duterte.

Pejabat pemerintah Filipina menegaskan bahwa vaksin baru boleh digunakan setelah melewati proses pengawasan yang ketat.

"Kami harus memastikan keamanan dan keefektifan vaksin sebelum membagikannya," kata Direktur Umum Badan Pengawasan Obat dan Makanan Filipina.

(vws)

[Gambas:Video CNN]