Pemerintah Malaysia Masih Solid, Bantah Klaim Anwar Ibrahim

The Star, Malay Mail, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 15:45 WIB
Pemerintahan Malaysia membantah klaim pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang menyatakan mereka kehilangan dukungan mayoritas di parlemen. Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, dan sejumlah anggota koalisi Perikatan Nasional. Mereka membantah klaim pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang menyatakan mereka kehilangan dukungan mayoritas di parlemen. (AP Photo/Johnshen Lee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin membantah kehilangan dukungan mayoritas di parlemen, seperti yang disampaikan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.

Bantahan itu disampaikan oleh Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Khairy Jamaluddin. Dia menyangkal kabar pemerintahan koalisi Perikatan Nasional (PN) kehilangan dukungan, sebagaimana yang diklaim oleh Anwar Ibrahim.

"(Saya) baru saja menyelesaikan rapat kabinet. Tidak ada yang tumbang atau pun jatuh," cuit Khairy di Twitter, hanya beberapa menit setelah pengumuman mengejutkan dari Anwar, Rabu (23/9).


Melansir Malay Mail, dalam cuitannya, Khairy juga menyertakan sebuah foto yang diambil dari ruang pertemuan di Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Sementara itu, mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan akan menunggu dan melihat wujud klaim yang disampaikan Anwar. Dia mengatakan ini bukan pertama kalinya Anwar mengklaim dirinya mendapat dukungan mayoritas dari parlemen.

"Kami harus menunggu untuk melihat apakah ini adalah episode lain dalam membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya," ujar Mahathir, seperti dikutip dari The Star.

Anwar mengklaim bahwa dirinya mendapat dukungan mayoritas dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Bahkan, dia menyebut pemerintahan Muhyiddin telah jatuh.

Ketika diminta untuk mengungkapkan daftar anggota parlemen yang bersuara untuknya, Anwar menjawab dia hanya akan mengungkapkannya setelah bertemu dengan raja.

"Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan stabil untuk menjalankan negara ini dan menyelamatkan negara," ujarnya.

Anwar juga mengatakan bahwa seharusnya dia bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Selasa (22/9) kemarin, tapi rencana itu harus ditunda karena raja dilarikan ke Institut Jantung Nasional karena sakit.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]