Klaster Pesta Seks Victoria Picu Lonjakan Corona Australia

Herald Sun, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 09:15 WIB
Negara bagian Victoria, Australia mencatat lonjakan kasus corona secara tiba-tiba yang diduga berasal dari klaster pesta seks di rumah pribadi. Ilustrasi. Ausralia mencatat lonjakan tiba-tiba kasus corona yang diduga berasal dari klaster pesta seks Victoria. (AP/Pavel Golovkin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara bagian Victoria, Australia mendadak mencatat lonjakan kasus virus corona yang diduga terkait dengan klaster pesta seks di kota Colac, sekitar 150 km dari kota Melbourne. Polisi mengatakan sebelumnya tidak mengetahui jika bulan lalu ada pesta seks di Colac.

Warga setempat dilaporkan emosi karena ada pertemuan semacam itu, yang melanggar aturan pembatasan ketika ada lonjakan kasus Covid-19.

Polisi Victoria mengatakan mereka baru diberi tahu ada pesta seks di rumah pribadi pada 29 Agustus, beberapa hari setelah kejadian.


"Polisi tidak mengetahui dan mendatangi alamat tersebut pada saat kejadian, dan hanya mengetahui potensi pelanggaran pembatasan dari kepala petugas kesehatan yang juga diberi tahu beberapa hari berikutnya," kata juru bicara polisi dalam sebuah pernyataan seperti mengutip laporan Herald Sun.

"Setelah menerima laporan, polisi Victoria menyelidiki dan akan menjatuhkan denda kepada pemilik rumah sebesar 1.652 dolar Australia (sekitar Rp17,3 juta)."

Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews mengatakan sempat terjadi lonjakan secara tiba-tiba pada 6 September dari satu kasus menjadi 24 infeksi. Ia mengatakan perlu tetap melakukan pembatasan.

"Jika ada yang mendengarkan atau menonton sekarang membuktikan ada bukti lebih lanjut, dan saya rasa tidak banyak orang yang melakukannya, karena mereka telah menjalani ini, satu orang, satu kasus, kurang dari seminggu di satu kota pedesaan, 24 orang telah terinfeksi virus ini," kata Andrews.

Dalam waktu 24 jam terakhir pada Jumat (25/9) Australia melaporkan 17 kasus baru dan tambahan delapan kematian. Hingga saat ini Negeri Kanguru memiliki 27 ribu kasus corona dan 869 korban jiwa, sekitar 24.464 dinyatakan sembuh.

Andrew mengatakan penularan virus terjadi sangat cepat yang diibaratkan seperti api. Hingga kini ia mengakui masih sulit mengendalikan corona dan meminta kerja sama banyak pihak agar bisa membuka kembali pembatasan.

"Karena jika kami melakukan itu (membuka pembatasan) kami tidak akan terbuka sama sekali, kami hanya akan memulai gelombang ketiga. Yang akan menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada yang telah dilakukan pandemi ini," ucapnya menambahkan.

Dibandingkan kota lain di Victoira, Colac sempat mencatat hampir 100 kasus Covid-19 pada awal Agustus lalu yang terkait dengan klaster rumah potong hewan Australian Lamb Company. Temuan kasus corona membuat ratusan pekerja dan kontak dekatnya melakukan isolasi.

Tak sampai di situ, Colac kembali dihadapkan pada gelombang kedua corona melalui penularan di komunitas melalui seorang pria dari Melbourne yang tidak mengetahui jika ia terinfeksi Covid-19. Ketika kembali ke Colac, pria tersebut kemudian menularkan virus corona ke seluruh komunitas.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]