Warga Dibunuh Tentara Korut, Korsel Tetap Ingin Damai

Yonhap, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 15:00 WIB
Korea Selatan menyatakan tetap berupaya melanjutkan perdamaian dengan Korea Utara, selepas insiden pembunuhan seorang pejabat Korsel oleh tentara Korut. Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in. Foto: Korea Summit Press Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha mengatakan upaya menuju denuklirisasi dan perdamaian dengan Korea Utara harus terus berlanjut. Hal itu disampaikan setelah Korut mengakui membunuh seorang pejabat sipil Korsel.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kemarahan publik setelah terungkap bahwa Korut menembak dan membakar tubuh pejabat Korsel yang sedang bertugas di perairan dekat perbatasan laut barat pada awal pekan ini.

"Terlibat dengan Korea Utara, negara yang sangat tertutup dan terpencil, sangat sulit dan membuat frustrasi... Dibutuhkan banyak kesabaran, tapi saya pikir pada akhirnya kita harus tetap berada di jalur penyatuan damai," kata Kang dalam seminar virtual yang diselenggarakan oleh Asia Society yang bermarkas di Amerika Serikat.


Dalam sesi tersebut, Kang mengatakan Seoul tetap berkomitmen memajukan proses perdamaian berdasarkan dukungan komunitas internasional dan aliansi kuat dengan AS.

"Kami akan mengkonsolidasikan perdamaian dan, jika mungkin, kemakmuran bersama dengan Korea Utara... dengan dukungan yang setiap dari komunitas internasional dan berdasarkan postur pertahanan gabungan yang solid dari aliansi ROK (Republik Korea)-AS," terangnya seperti mengutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency.

Kasus pembunuhan itu memperburuk hubungan antar-Korea yang sudah membeku dan memberi pukulan kepada Presiden Korsel, Moon Jae-in yang sempat mendeklarasikan untuk mengakhiri Perang Korea dalam pidatonya di Majelis Umum PBB awal pekan ini.

Seoul mengutuk keras pembunuhan itu sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak dapat diampuni, pihaknya juga menuntut Pyongyang meminta maaf dan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Menanggapi desakan Korsel, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah menyampaikan permintaan maaf kepada Moon dan rakyat Korsel.

Kim menyatakan bahwa dirinya "sangat menyesal" karena sangat "mengecewakan" Moon dan warga Korsel atas terjadinya kasus tersebut di wilayah perairannya.

Korut juga sudah menyerahkan hasil penyelidikannya kepada Korsel melalui Departemen Urusan Luar Negeri, sebuah organ Partai Buruh Korut yang menangani hubungan antar-Korea.

Sementara itu, seorang pejabat Rumah Biru (Cheong Wa Dae), mengatakan baru-baru ini Moon dan Kim bertukar surat pribadi. Surat-surat itu dikirim satu sama lain "dalam satu bulan terakhir".

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]