Trump Disoraki Saat Upacara Persemayaman Jasad Hakim Agung

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 17:55 WIB
Presiden AS, Donald Trump, dicemooh dalam acara penghormatan terakhir terhadap mendiang Hakim Agung AS, Ruth Bader Ginsburg. Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia dicemooh oleh orang-orang yang berada di kerumunan dalam acara penghormatan terakhir terhadap mendiang Hakim Agung AS, Ruth Bader Ginsburg. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disoraki dan dicemooh oleh orang-orang yang berada di kerumunan dalam acara penghormatan terakhir terhadap mendiang Hakim Agung AS, Ruth Bader Ginsburg, yang berlangsung di Gedung Mahkamah Agung.

"Keluarkan dia," demikian cemoohan yang terdengar.

Cemoohan itu muncul dari kerumunan ketika Trump muncul di depan peti mati Ginsburg yang terbungkus bendera AS.


Trump yang memakai masker-guna mengikuti protokol kesehatan AS pada masa pandemi virus corona, kemudian menoleh ke arah kerumunan. Sementara istrinya yang sekaligus ibu negara, Melania Trump, hanya memandang lurus ke depan.

CNN melaporkan pada Jumat (25/9), cemoohan semakin santer terdengar saat Trump berdiri persis di depan peti mati Ginsburg. Setelah beberapa saat berdiri di depan peti mati, Trump dan istrinya balik badan dan langsung masuk ke mobil kepresidenan dan kembali ke Gedung Putih.

Trump jarang berhadapan secara langsung dengan kelompok masyarakat yang tidak menyukainya. Terakhir dia menghadapi cemoohan secara langsung ketika menghadiri Game 5 of the World Series tahun lalu di Washington D.C.

Ditanya tentang kejadian tersebut, Trump mengatakan dia hampir tidak bisa mendeteksi ejekan itu.

"Saya pikir itu hanya nyanyian politik. Kami hampir tidak bisa mendengarnya dari tempat kami berada," kata Trump di Taman Selatan saat dia meninggalkan Gedung Putih.

"Seseorang mengatakan ada beberapa nyanyian. Tapi itu tepat di sebelah media. Tapi kami hampir tidak bisa mendengar terlalu banyak. Kami mendengar suara tapi tidak terlalu kuat," lanjutnya.

Sebelumnya, Sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menyampaikan kekecewaannya dalam jumpa pers rutin terkait kejadian itu.

"Nyanyian itu mengerikan, tapi pasti diharapkan saat Anda berada di jantung rawa. Saya bepergian dengan Presiden ke seluruh negeri - Pennsylvania, North Carolina, Florida, Nevada - dan ke mana pun kita pergi, jalanan dipenuhi dengan dukungan seperti yang saya kira tidak pernah dimiliki presiden (AS) sebelum-sebelumnya" kata Kayleigh.

Ketika dia bepergian di negeri Paman Sam, Trump biasanya hanya bertemu dengan para pendukungnya. Pada kampanye terbuka di Pittsburgh, Selasa (22/9) lalu, Trump mengatakan sudah lama tidak mengalami kejadian sejak seseorang mencela dia di sebuah acara kampanye.

"Kamu tidak terlalu banyak melihat. Aku tidak ingin membuatnya begitu, tapi kamu tidak banyak melihatnya lagi," katanya.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]