PM Australia Ingatkan Negara Jangan Cari Cuan Vaksin Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 08:40 WIB
Perdana Menteri Australia menegaskan negara mana pun yang mengembangkan vaksin Covid-19 harus membagikannya secara universal. Pengujian vaksin virus corona di Universitas Oxford, Inggris, pada Juli 2020. (University of Oxford via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menegaskan negara mana pun yang mengembangkan vaksin Covid-19 harus membagikannya secara universal. Hal tersebut disampaikan dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena Amerika Serikat menolak upaya global untuk berkolaborasi dalam pembuatan vaksin.

"Pandangan Australia mengenai vaksin sangat jelas. Siapa pun yang menemukan vaksin itu harus membagikannya," kata Morrison dalam video pesan yang ditampilkan di sidang umum virtual PBB, seperti yang dikutip dari AFP pada Sabtu (26/9).

"Adalah tanggung jawab global dan tanggung jawab moral agar vaksin bisa dibagikan secara luas," ia menegaskan.


"Beberapa mungkin melihatnya dalam jangka pendek atau bahkan untuk mendatangkan keuntungan. Tapi saya ingatkan untuk siapa pun yang mungkin berpikir seperti itu, kemanusiaan akan diingat dalam waktu panjang dan itu menjadi hakim yang sangat kejam," ucapnya.

Dalam forum tersebut, Morrison kembali mempertegas sikap bahkan janji Australia untuk membagikan vaksin jika sudah menemukannya.

Ia juga berjanji mendukung Covax, inisiatif PBB dalam menyiapkan 2 miliar dosis vaksin untuk dibagikan secara global pada akhir 2021.

Sementara itu, AS, China, dan Rusia yang telah skeptis dan meluncurkan vaksinnya sendiri memilih untuk menghindari Covax.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan pemberitahuan bahwa AS akan menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena dinilai bias terhadap China.

Mereka menolak membagikan penelitian Covid karena takut terjadi pencurian kekayaan intelektual dari perusahaan farmasi AS.

Namun, berbeda dengan Trump, Morrison memuji upaya WHO dalam mengatasi Covid-19 walau Australia telah bergabung dengan AS dalam mendorong penyelidikan tentang asal-usul virus corona. Hal tersebut memengaruhi hubungan Australia dan China serta AS.

Selain Australia, para pemimpin negara lainnya juga menyerukan pembagian vaksin ketika menghadiri sidang umum virtual PBB, seperti Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha, Presiden Argentina Alberto Fernandez, Presiden Ekuador Lenin Moreno, serta Presiden Chile Sebastian Pinera.

"Hanya melalui ini kita dapat memiliki vaksin dan teknologi yang bebas dan didistribusikan secara adil dengan perhatian khusus kepada negara-negara yang paling rentan," kata Presiden Ekuador Lenin Moreno.

(chr/ard)

[Gambas:Video CNN]