Debat Capres AS, Biden Prediksi Trump Cuma Bicara Kebohongan

CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2020 03:19 WIB
Capres AS yakin kompetitornya Donald Trump cuma bisa menyerangan personal dan melontarkan kebohonan dalam debat pertama Pilpres AS. Kandidat presiden AS Joe Biden menyebut Presiden AS Trump tak paham soal detil kebijakan luar dan dalam negeri. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kandidat presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden memprediksi kompetitornya di Pilpres AS 2020 Donald Trump akan melontarkan serangan bernada pribadi dan kebohongan dalam debat pertama capres di televisi, Selasa (29/9).

"[Debat] ini akan sulit," kata mantan wakil presiden AS itu, dikutip dari AFP, Sabtu (26/9), "Dugaan saya, itu akan berupa serangan langsung, dengan sebagian besarnya bersifat pribadi. Cuma itu hal bisa dia (Trump) lakukan".

"Sebagian besar merupakan serangan yang bersifat pribadi dan kebohongan," Biden menambahkan.


Sebab, kata Biden, Trump bukanlah sosok yang pandai dalam hal teknis maupun pengetahuan tetang kebijakan pemerintahannya.

"Dia tidak tahu bagaimana memperdebatkan fakta. Dia tidak sepintar itu," cetus Biden.

"Dia (Trump) tidak tahu banyak tentang kebijakan luar negeri, dia tidak tahu banyak tentang kebijakan dalam negeri. Dia tidak tahu banyak tentang detailnya," urai dia.

Biden, yang menjadi Wapres di era Presiden Barrack Obama, bahkan menyamakannya dengan Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels.

"Orang tahu presiden itu pembohong," kata Biden.

"Dia seperti Goebbels," kata Biden, "Anda mengatakan kebohongan cukup lama, terus mengulanginya, mengulanginya, mengulanginya, [hingga] itu menjadi pengetahuan umum."

Terlepas dari itu, Biden mengaku siap untuk menghadapi serangan-serangan Trump tersebut sambil berusaha meyakinkan bahwa program-programnya akan membantu masyarakat.

"Ini tidak akan mengejutkan. Jadi saya siap untuk menjelaskan kepada publik kenapa saya pikir dia gagal, dan kenapa saya beranggapan solusi dari saya akan membantu rakyat Amerika dan perkonomian Amerika, dan membuat kami lebih aman secara [hubungan] internasional," tuturnya.

Diketahui, dua capres AS, Trump dan Biden akan mengikuti gelaran debat pertama capres di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9). Debat kedua dan ketiga akan digelar sebelum hari-H Pilpres AS pada 3 November.

Beberapa pendukung khawatir Biden, yang rentan melakukan blunder dan keceplosan, bakal goyah dalam duel di televisi ini.

Sementara itu Trump, petahana di Pilpres AS, sebelumnya tidak pernah berhenti mengejek pesaingnya secara personal sebagai sosok yang kurang dinamis dan menyindir ketajaman mentalitasnya sambil menjulukinya "Sleepy Joe".

Infografis Saling Sindir Trump-Biden saat KampanyeFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
(AFP/arh)

[Gambas:Video CNN]