Mantan Manajer Kampanye Trump Nyaris Bunuh Diri

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 10:35 WIB
Mantan manajer kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Brad Parscale dilaporkan nyaris bunuh diri. Capres petahana Donald Trump saat kampanye di Tulsa, Oklahoma. (AP/Sue Ogrocki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan manajer kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Brad Parscale dilaporkan nyaris bunuh diri. Istri Brad melaporkan kejadian itu pada polisi, Minggu (27/9).

Polisi menjelaskan bahwa Brad memiliki 10 pucuk senjata api. Brad diduga memukul istrinya hingga mengancam akan melukai dirinya sendiri.

Dalam video bodycam polisi, istri Brad bernama Candice, terlihat di luar rumah dengan bikini dan handuk mengatakan sang suami "bertingkah gila" dan memasukkan pistol.


"Saya melihatnya membuka tirai di halaman depan dan dia menutupnya dan saya mendengar apa yang saya pikir adalah tembakan," kata polisi dikutip dari AFP, Selasa (29/9).

Rekaman itu menunjukkan Brad muncul dari rumah dengan bertelanjang dada dan memegang kaleng bir.

Brad pun ditangkap oleh polisi, dijatuhkan ke tanah dan diikat dengan borgol saat dia berulang kali mengatakan "Saya tidak melakukan apa-apa."

Laporan polisi menyatakan Brad tampak mabuk. Menurut sang istri, Brad belakangan menjadi pribadi yang penuh kekerasan.

"Saya melihat beberapa luka memar berukuran besar di kedua lengan, pipi dan dahinya," tulis Detektif Steven Smith dalam laporan tersebut.

Smith lalu bertanya kepada istri Brad mengenai beberapa luka memar di tubuhnya.

"Ketika saya bertanya bagaimana dia menerima memar itu, (dia) menyatakan bahwa Brad Parscale memukulnya," ucap Smith.

Brad Parscale dipecat pada bulan Juli, empat bulan jelang pilpres. Dia diberhentikan tak lama setelah kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma dikritik karena penampilannya yang buruk.

Kendati demikian, Brad tetap menjadi anggota senior tim kampanye capres petahana itu.

Kampanye Trump di Tulsa juga kena prank fans K-Pop dan pengguna TikTok. Jutaan orang sudah mendaftar, namun mereka adalah fans K-Pop dan pengguna Tiktok. Banyak dari mereka yang mendaftar tapi tidak datang, sehingga jumlah peserta yang hadir jauh dari harapan.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]