Cek Fakta Debat Cawapres AS, Vaksin Corona hingga Trump Jujur

CNN Indonesia | Kamis, 08/10/2020 17:10 WIB
Debat perdana cawapres AS antara Mike Pence dan Kamala Harris berlangsung terkendali, tak kacau seperti debat capres Donald Trump dan Joe Biden. Debat cawapres AS Mike Pence-Kamala Harris. (AP/Morry Gash)
Jakarta, CNN Indonesia --

Debat perdana cawapres Amerika Serikat antara Mike Pence dan Kamala Harris berlangsung terkendali, tidak kacau seperti debat capres Donald Trump dan Joe Biden.

Masing-masing kandidat melontarkan beberapa klaim untuk menyerang dalam debat yang berlangsung Rabu (7/10) waktu lokal. CNN menilik beberapa klaim tersebut dan mengecek setiap faktanya.

Setidaknya ada empat kategori yang digunakan, mulai dari pernyataan yang kurang konteks, butuh konteks, menyesatkan, salah, hingga benar.


Berikut adalah cek fakta ucapan Pence-Haris kala debat:

Pence: Trump selalu jujur tentang Covid-19

Pence mengklaim bahwa Gedung Putih dan Trump "selalu" mengatakan kebenaran tentang Covid-19.

Faktanya: Itu salah. Pemerintahan Trump tidak "selalu" jujur tentang pandemi.

Reporter pemeriksa fakta CNN, Daniel Dale, menyebut hal tersebut "bohong besar", karena Trump telah membuat ratusan klaim palsu selama pandemi.

Mulai dari pembatasan perjalanan, pengujian Covid-19, keefektifan hydroxychloroquine, persediaan ventilator nasional, dan banyak lagi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump bahkan berbohong tentang virus itu. Trump juga mengakui, dalam serangkaian wawancara dengan jurnalis Washington Post Bob Woodward, bahwa ia menyembunyikan ancaman sebenarnya dari virus corona pada publik Amerika.

Harris: Trump menyebut Covid-19 hoaks

"Presiden mengatakan itu tipuan," klaim Harris saat mengkritik pemerintah yang meremehkan virus corona.

Harris kemungkinan merujuk pada komentar Trump dalam unjuk rasa Februari, yang digambarkan oleh kampanye Biden bahwa Trump menyebut virus corona sebagai "tipuan" dalam iklan kampanye bulan September.

Faktanya: Ini menyesatkan. Secara keseluruhan, komentar Trump pada rapat umum 28 Februari menunjukkan bahwa dia mencemooh Demokrat karena menyerang kinerjanya terkait virus corona.

Di bagian pertama pidatonya, Trump mengatakan bahwa "Demokrat mempolitisasi virus corona," mengejek Partai Demokrat karena menyerang kinerja pemerintahannya dalam menangani virus.

Harris: Trump dan Pence tahu keparahan pandemi pada 28 Januari

Harris mengatakan bahwa Trump tahu tentang ancaman virus corona beberapa minggu sebelum itu terjadi di Amerika Serikat. Ia menatat "pada 28 Januari, wakil presiden dan presiden diberi tahu terkait pandemi ini."

Faktanya: Ini benar. Trump mengatakan kepada wartawan Bob Woodward betapa mematikan virus itu dalam wawancara 7 Februari, dan Woodward melaporkan bahwa Presiden telah diberi pengarahan tentang ancaman serius yang ditimbulkan oleh virus itu pada 28 Januari.

Woodward melaporkan bahwa penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien, mengatakan kepada Presiden dalam sebuah pengarahan rahasia bahwa virus corona akan menjadi "ancaman keamanan nasional terbesar"

Pence: Trump larang semua perjalanan dari China

Pence mengklaim Trump "menangguhkan semua perjalanan dari China" sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona.

Faktanya: Ini salah. Trump memang membatasi perjalanan dari China, kebijakannya bukanlah "larangan" yang sebenarnya: Kebijakan itu membuat pengecualian untuk perjalanan oleh warga AS, penduduk tetap, banyak anggota keluarga dari kedua kelompok dan beberapa lainnya.

The New York Times melaporkan pada bulan April bahwa hampir 40.000 orang telah terbang ke AS dari China sejak pembatasan diberlakukan pada awal Februari.

Pence: Akan ada vaksin akhir tahun ini

Pence memberi harapan kepada warga Amerika bahwa akan ada vaksin virus corona pada akhir tahun ini.

Faktanya: Ini membutuhkan konteks. Meskipun ada beberapa kandidat vaksin dalam fase pengujian yang berbeda, tidak ada jaminan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS akan menyetujui suatu vaksin pada akhir tahun.

Sekalipun setelah satu vaksin disetujui, kemungkinan masih akan berbulan-bulan sebelum tersedia secara luas di seluruh AS.

Dalam wawancara pada bulan September, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci, menjelaskan bahwa proyeksi garis waktu vaksin itu hanya proyeksi - dan akan memakan waktu hingga tahun depan sebelum vaksin didistribusikan secara luas.

Pence: Harris adalah anggota Senat AS paling liberal

"Majalah Newsweek menyebut Kamala Harris adalah anggota Senat Amerika Serikat paling liberal pada 2019. Lebih liberal dari Bernie Sanders," kata Pence. "Lebih liberal daripada yang lainnya di Senat Amerika Serikat."

Faktanya: Ini benar berdasarkan situs web pelacakan kongres yang menempatkannya sebagai senator paling liberal pada tahun 2019.

Laporan Newsweek yang dikutip Pence didasarkan pada peringkat situs web GovTrack, yang menilai legislator berdasarkan undang-undang dan resolusi yang mereka sponsori dan sponsor bersama.

GovTrack menemukan Harris sebagai senator paling liberal pada tahun 2019. GovTrack menempatkannya di peringkat keempat paling liberal pada tahun 2018 dan kedelapan pada tahun 2017.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK