AS Remehkan Kemampuan Rudal Balistik Korut

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 12:22 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meremehkan kemampuan rudal balistik antarbenua Korea Utara yang ditampilkan pada parade militer. Ilustrasi rudal. (JUNG Yeon-Je / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo meremehkan kemampuan rudal balistik antarbenua Korea Utara yang ditampilkan pada parade militer.

Dia mengatakan kesepakatan yang dicapai oleh Presiden Donald Trump telah berhasil mengurangi risiko yang bisa ditimbulkan rudal itu.

Pada parade militer yang dihelat Sabtu (10/10) di Pyongyang, pemimpin Korut Kim Jong-un memperlihatkan rudal balistik antarbenua. Menurut para analis rudal itu adalah jelajah berbahan bakar cair terbesar di dunia.


Namun Pompeo yang bertindak sebagai pengatur KTT penting Trump dengan Kim pada 2018, mengatakan hanya pengujian yang dapat memastikan bahwa rudal tersebut benar-benar berfungsi.

"Korea Utara, bagaimanapun, tahun lalu sama sekali tidak melakukan uji coba rudal balistik antarbenua. Hal yang sama berlaku untuk tahun sebelumnya," kata Pompeo kepada wartawan seperti diwartakan AFP, Kamis (15/10).

"Jadi perjanjian, pemahaman, meskipun tidak mencapai tujuan akhir kami di Korea Utara, pasti telah menyebabkan berkurangnya risiko bagi Amerika Serikat. Di mana kami akan melanjutkan jalur yang telah ditempuh oleh pemerintahan sebelumnya," tutur dia.

Di Pentagon, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper telah menerima Menhan Korea Selatan Suh Wook. Esper berkata kedua sekutu tersebut masih mengupayakan denuklirisasi Korea Utara.

"Kami setuju bahwa program rudal nuklir dan balistik Korea Utara tetap menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia," kata Esper.

Korea Utara belum melakukan uji coba rudal nuklir atau jarak jauh sejak Kim menandatangani deklarasi bersama dengan Trump pada KTT Juni 2018 di Singapura.

Trump, yang sedang bertarung untuk kursi presiden periode berikutnya dalam pemilu 3 November, sering menyombongkan diri dan mengklaim telah berhasil mencegah perang habis-habisan di dunia setelah melakukan kesepakatan dengan Korea Utara tahun 2018.

Namun terlepas dari pernyataan Trump bahwa dia dan Kim "jatuh cinta", diplomasi terhenti selama setahun belakangan.

Tidak ada tanda-tanda kesepakatan permanen yang akan dilakukan AS-Korea Utara ke depan untuk mengakhiri program nuklir.

Dalam pidato tahun baru lalu, Kim memperingatkan bahwa Korea Utara tidak lagi terikat oleh moratorium nuklir dan uji coba rudal balistik jarak jauh.

Analis mengatakan bahwa rudal yang ditampilkan pada hari Sabtu kemungkinan dirancang untuk membawa banyak hulu ledak otomatis. Menurut analis, jika beroperasi, sistem seperti itu dapat menindas pertahanan rudal AS.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK