Bom Pinggir Jalan Tewaskan Penjaga Perdamaian PBB di Mali

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 03:00 WIB
Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Mali pada Kamis (15/10), waktu setempat. Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Mali pada Kamis (15/10), waktu setempat. Ilustrasi. (Istockphoto/ RamonCast).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tewas dan lainnya terluka parah di Mali setelah setelah kendaraan mereka menabrak bom pinggir jalan pada Kamis (15/10), waktu setempat.

Dilansir AFP, Jum'at (16/10), ledakan terjadi sekitar 50 kilometer (30 mil) selatan dari Kota Kidal.

Seorang guru di kota terdekat Anefis mengungkapkan rombongan asal Mesir dari misi penjaga perdamaian PBB di Mali telah melindungi konvoi pasokan ketika kendaraan menghantam ranjau darat.


Mali tengah berjuang untuk menahan pemberontakan jihadis yang pertama kali muncul di bagian utara pada 2012. Sejak saat itu, pemberontakan menyebar ke bagian pusat negara dan tetangganya yakni Burkina Faso dan Niger.

Hingga saat ini, ribuan tentara dan warga sipil tewas dalam konflik tersebut. Sementara, ratusan ribu lainnya harus mengungsi dari rumah mereka.

PBB sendiri memiliki sekitar 13 ribu tentara yang dikerahkan di Mali sebagai bagian dari misi penjaga perdamaiannya yang dikenal sebagai Minusma. Sejak pertama kali dikerahkan pada 2013, lebih dari 220 penjaga perdamaian PBB tewas dalam misinya di Mali.

Kepala Minusma Mahamat Saleh Annadif mengutuk serangan itu tersebut. Ia menegaskan penjaga perdamaian tidak akan diintimidasi.

"Saya ingat bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB dapat dianggap sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional," ujarnya.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]