Dilema Covid-19 di Eropa, Antara Lockdown dan Ekonomi

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 01:36 WIB
Negara-negara di Eropa tidak seluruhnya mau kembali menerapkan lockdown karena khawatir perekonomian mereka memburuk. Ilustrasi pasien Covid-19 di Prancis. (Thomas SAMSON / various sources / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara-negara di Eropa tidak seluruhnya mau menerapkan penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) karena pertimbangan dampak terhadap perekonomian.

Salah satu contoh pemerintah yang keberatan menerapkan lockdown dalam jangka waktu lama adalah Inggris.

Seperti dilansir CNN, Kamis (15/10), Inggris, Irlandia dan Prancis mencatat kenaikan kasus positif Covid-19. Para pakar menyarankan supaya Inggris dan Irlandia kembali menerapkan lockdown jangka panjang atau pendek.


Akan tetapi, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, nampak enggan menerapkan strategi itu. Dia hanya mengusulkan pembatasan dilakukan di wilayah tertentu, sambil mengimbau jika memungkinkan warga untuk sementara kembali bekerja dari rumah.

Penerapan lockdown di Inggris beberapa waktu lalu menyebabkan penyusutan perekonomian negara itu sebesar 20 persen.

"Prioritas utama adalah mengendalikan virus. Hal terburuk adalah jika kita menerapkan pembatasan ini dalam jangka waktu yang lama, itu adalah hal yang berbahaya. Semakin lama menerapkan pembatasan itu, maka akan berdampak buruk kepada perekonomian dan keuangan rakyat," kata pakar ekonomi lembaga konsultan Oxford Economics, Andrew Goodwin.

Pemerintah Irlandia juga menolak usulan pakar kesehatan untuk menerapkan lockdown nasional, meski jumlah kasus positif melonjak. Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, mengatakan ketimbang menerapkan lockdown selama tiga pekan, dia lebih memilih untuk menyelamatkan badan usaha dan perekonomian.

Kekhawatiran yang sama juga melanda Prancis. Terutama bagi mereka yang bekerja di sektor hiburan dan jasa boga.

Karena tekanan dari penduduk, pemerintah di sejumlah kota di Prancis seperti Paris dan Marseille memberikan izin membuka kembali restoran. Padahal, di dua kota itu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Kita harus berhenti berpikir bahwa ada pertentangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Jika kita berhasil mengendalikan virus corona, maka kita juga memberi jalan keluar bagi krisis ekonomi. Di China, mereka berhasil mengendalikan virus dan perekonomian mereka membaik. Tujuannya sederhana: memberantas virus sehingga kehidupan bisa kembali normal," kata epidemiologis Prancis, Catherine Hill.

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, menyatakan pemerintah akan kembali memberlakukan pembatasan sosial akibat kenaikan jumlah kasus Covid-19.

"Tidak ada pilihan karena mempertimbangkan situasi yang terjadi di rumah sakit," kata Castex.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK