AS Harap Armenia Bisa Bela Diri Sendiri dari Azerbaijan

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 10:56 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berharap Armenia bisa membela diri sendiri dalam pertempuran melawan Azerbaijan. Konflik perbatasan Armenia-Azerbaijan kembali pecah. (AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berharap Armenia bisa membela diri sendiri dalam pertempuran melawan Azerbaijan.

Hal itu diungkapkan Pompeo dalam wawancara dengan radio WBS di Atlanta, Kamis (15/10).

"Kami berharap orang-orang Armenia dapat melawan apa yang dilakukan orang Azerbaijan," kata Pompeo seperti dikutip dari AFP.

Meski demikian Pompeo berharap kedua belah pihak secepatnya melakukan gencatan senjata, dan duduk satu meja untuk menyelesaikan konflik secara damai.


Amerika Serikat merupakan negara yang menampung diaspora Armenia, tetapi juga memiliki hubungan strategis dengan Azerbaijan.

AS selama dua pekan terakhir ini terus menyatakan netral atas konflik tersebut, dan mendesak kedua belah pihak untuk berbicara.

Pompeo juga mngkritik keras sekutu AS di NATO, Turki, yang mendukung penuh Azerbaijan.

"Turk telah turun tangan dan memberikan sumber daya ke Azerbaijan, meningkatkan risiko, meningkatkan baku tembak yang terjadi dalam pertarungan bersejarah di Nagorno-Karabakh ini," kata Pompeo.

Amerika Serikat adalah ketua bersama Minsk Group yang selama ini mengupayakan perdamaian di Nagorno-Karabakh. Selain AS, Minsk Group dipimpin Rusia dan Prancis.

Menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan pada akhir pekan telah menyetujui gencatan senjata demi kemanusiaan. Tetapi beberapa jam setelahnya tetap terjadi baku tembak. Kedua belah pihak saling tuduh sebagai pihak yang melanggar perjanjian.

Aksi saling serang terjadi di beberapa kota, termasuk Barda, Karabakh, hingga Stepanakert di Azerbaijan.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuduh pasukan Armenia tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang tengah dinegosiasikan oleh Rusia.

Sementara Azerbaijan mengklaim pasukan musuh telah mengerahkan tank T-72 dan tiga peluncur roket multi Grad untuk menyerang daerah mereka.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK