Tiga Cara Indonesia Dapatkan Vaksin Corona

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 13:58 WIB
Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan tiga cara Indonesia mendapatkan vaksin corona, yang pertama melalui langkah multilateral. Ilustrasi vaksin corona. (iStockphoto/FilippoBacci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan tiga cara Indonesia mendapatkan vaksin corona, yang pertama melalui langkah multilateral. Kedua melalui langkah diplomasi bilateral, dan yang terakhir dengan cara produksi mandiri.

Direktur Kerja Sama Multilateral Kemlu Febrian A Ruddyard menyatakan bahwa vaksin adalah game changer

Ia mengungkapkan Indonesia saat ini mendapatkan kepastian vaksin dari kerja sama multilateral Covax sebesar 20 persen.



Oleh karena itu berbagai upaya kata Febrian dilakukan Indonesia untuk memenuhi kapasitas vaksin lainnya. Sebagai contoh beberapa waktu lalu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Tohir berkunjung ke Inggris untuk menjajaki kerja sama penyediaan vaksin.

Lebih lanjut dia mengungkapkan selama ini Indonesia sudah berupaya tidak hanya soal bagaimana vaksin bisa diperoleh masyarakat namun juga memastikan vaksin nantinya aman untuk diberikan.

"Kalau bicara diplomasi vaksin ada tiga cara kita coba, pertama multilateral berdasarkan negosiasi di WHO digaransi dpt 20 persen dari seluruh total populasi," ucapnya dalam sebuah media gathering yang digelar virtual, Jumat (16/10).

Adapun vaksin yang berasal dari kerja sama multilateral itu kata Febrian akan Indonesia dapatkan dengan harga yang jauh lebih murah.  

"20 persen ini termasuk negara yang mendapat advanced market commitment, artinya kita dapat harga yang subsidi, lebih murah dari kelompok negara lain yang dianggap sudah memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar, kita masih dikategorikan middle lower income country jadi masih bisa disubsidi," tuturnya.

Pandemi corona masih terus berkecamuk hingga saat ini, beberapa negara terus berlomba untuk mencari cara keluar, salah satunya ialah mendapatkan atau membuat vaksin sendiri.

Indonesia paling baru telah berhasil mengikat kesepakatan dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca, untuk penyediaan 100 juta vaksin virus corona.
Vaksin tersebut dijanjikan akan dikirim pada awal 2021 mendatang.

"Sebagai sesama negara dewan keamanan PBB kita (Inggris dan Indonesia) sepakat untuk terus mengarusutamakan multilateralisme. Kita juga sepakat memperkuat kerja sama pengelolaan vaksin Covid-19," kata Retno dalam jumpa pers daring, Rabu (14/10).

Retno menyatakan kesepakatan itu dicapai setelah dia dan Menteri BUMN, Erick Thohir, melawat ke Inggris. Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca, kata Retno, berjalan dengan baik.

"Pihak AZ sambut baik permintaan tersebut. Pengiriman pertama diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama tahun 2021 dan akan dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Di sisi lain Retno mengungkapkan bahwa perusahaan itu tertarik kerjasama dan kolaborasi strategis jangka panjang dengan Indonesia. Pertemuan itu pun telah ditutup dengan sebuah kesepakatan.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]