China Masukkan Malaysia dalam Prioritas Penerima Vaksin Covid

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 07:12 WIB
China memasukkan Malaysia dalam daftar penerima prioritas vaksin corona jika berhasil dikembangkan. Kandidat vaksin corona buatan perusahaan asal China. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

China memasukkan Malaysia dalam daftar penerima prioritas vaksin corona jika berhasil dikembangkan.

Hal itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein dalam konferensi pers bersama Menlu China Wang Yi di Kuala Lumpur pada Selasa (13/10).

"Kami menyambut baik dan menghargai komitmen China dalam menyediakan Malaysia vaksin Covid-19 produksi mereka, setelah berhasil dikembangkan dan mencantumkan Malaysia sebagai penerima prioritas," kata Hishammuddin seperti dikutip dari Channel News Asia.


Menlu China diketahui berada di Malaysia sebagai bagian dari tur singkat Asia Tenggara,

"Kami juga menyambut baik kesepakatan China untuk mendorong perusahaan Tiongkok menjalin kerja sama menyeluruh dengan Malaysia dalam penelitian dan pengembangan serta distribusi vaksin."

Hishammuddin juga mengatakan bahwa Malaysia sedang memantau pengembangan vaksin dengan cermat. Kata dia, mendapatkan vaksin merupakan prioritas utama pemerintah.

"Jika kita ingin mencari jalan dalam menangani Covid-19 hanya ada dua cara, yaitu mencegah dengan vaksinasi, juga dengan pengobatan," ujarnya.

Menurut Hishammuddin, China menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat siap digunakan oleh masyarakat umum paling cepat November.

"Kunjungan (Wang Yi) ke Kuala Lumpur merupakan platform baru bagi kami untuk memastikan bahwa kami tidak tertinggal dalam kerja sama dan koordinasi vaksin," kata Hishammuddin.

Hingga saat ini Malaysia memiliki 16.880 kasus virus corona dan 163 kematian. Sementara 11.372 dinyatakan sembuh. Malaysia saat ini tengah menghadapi gelombang II corona.

Malaysia mengumumkan pembatasan baru dengan menutup kembali sekolah dan tempat ibadah setelah terjadi lonjakan kasus infeksi virus corona di negara bagian Sabah dan ibu kota Kuala Lumpur.

Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan pembatasan baru berlaku mulai Rabu (14/10) selama dua pekan di Kuala Lumpur, negara bagian Selangor, dan Putrajaya setidaknya selama dua pekan ke depan.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK