Pemilu Selandia Baru dan Medan Laga Dua Wanita

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 19:40 WIB
Selandia Baru akan menggelar pemilihan umum pada Sabtu (17/10), dengan dua kandidat, yaitu petahana Jacinda Ardern dan Judith Collins. Ilustrasi tempat pemungutan suara pada pemilu Selandia Baru. (AP/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selandia Baru akan menggelar pemilihan umum dan referendum pada Sabtu (17/10), dengan dua kandidat perdana menteri yang diunggulkan, yaitu petahana Jacinda Ardern dan Judith Collins.

Kedua politikus itu memiliki latar belakang berbeda. Ardern yang berusia 40 tahun adalah Ketua Partai Buruh yang beraliran liberal.

Sedangkan Collins yang berusia 63 tahun adalah politikus senior yang memimpin Partai Nasional beraliran konservatif poros tengah-kanan.


Seperti dilansir CNN, Jumat (16/10), Ardern sampai saat ini memang masih unggul dalam hasil survei. Dia saat ini menjalin koalisi dengan Partai Hijau yang beraliran kiri.

Pamor politik Ardern meroket setelah dia dinilai sigap menetapkan kebijakan pencegahan untuk menangkal penyebaran virus corona. Dia menerapkan penguncian wilayah (lockdown) secara nasional.

Kebijakan itu dinilai efektif karena berhasil menekan penyebaran kasus virus corona, dengan 25 pasien meninggal.

Akibat hal itu juga, pemerintah setempat memutuskan menggelar pemungutan suara secara bertahap, yang sudah diikuti oleh sekitar 1.6 juta pemilih termasuk Ardern dan Collins.

Dalam kampanye, Ardern menyatakan jika partainya mendapat suara mayoritas di parlemen, dia menjanjikan akan menjaga pemerintahan tetap kuat di masa pandemi, dan berusaha menangani resesi secepatnya.

Dia juga mencitrakan dirinya untuk tidak melakukan politik kotor dan manusia yang penyayang. Pamornya semakin melejit ketika dia menampilkan sikap mengayomi saat insiden teror penembakan terhadap jemaah di dua masjid di Christchurch, yang merenggut nyawa 51 orang.

New Zealand's Prime Minister Jacinda Ardern takes part in a press conference about the COVID-19 coronavirus at Parliament in Wellington on June 8, 2020. - New Zealand has no active COVID-19 cases after the country's final patient was given the all clear and released from isolation, health authorities said on June 8. (Photo by Marty MELVILLE / AFP)Perdana Menteri dan calon petahana pemilu Selandia Baru, Jacinda Ardern. (AFP/MARTY MELVILLE)

Sementara itu, citra Collins berbanding terbalik dengan Ardern. Dia mencitrakan diri sebagai politikus Nasrani yang taat dan tegas. Akan tetapi, gerak-geriknya juga membuat dia terbelit skandal.

Dia mundur dari posisi Menteri Hukum pada 2014 akibat dituduh menjelek-jelekkan bawahannya yang kemudian menjadi direktur Badan Kejahatan Serius (SFO). Namun, penyelidikan kasus itu ditutup oleh pemerintah.

Collins juga dituduh memiliki konflik kepentingan setelah mengunjungi kantor pusat perusahaan peternakan Oravida di Shanghai, China, menggunakan anggaran dinas. Sebab, suami Collins adalah salah satu direktur di perusahaan itu.

Meski begitu, Collins dikenal sebagai politikus yang tidak mau memberikan toleransi terhadap kasus kejahatan hingga balapan liar di jalan raya. Karena sikapnya itu membuat dia dijuluki "Si Penghancur".

Karena sikapnya, Collins diberi jabatan yang tidak jauh-jauh dari urusan hukum, yakni sebagai Menteri Kepolisian, Menteri Lapas dan Menteri Hukum.

FILE - In this July 30, 2020, file photo, New Zealand opposition National Party leader Judith Collins arrives at a salmon factory in Christchurch, New Zealand. New Zealand has suffered a steep economic downturn due to the virus and is borrowing billions of dollars to try and stem job losses and rebuild. National is promising to increase infrastructure spending. (AP Photo/Mark Baker, File)Ketua Partai Nasional Selandia Baru, Judith Collins. (AP/Mark Baker)

Meski Ardern berada di atas angin, tetapi masyarakat Selandia Baru menuntut dia mengentaskan permasalahan lain. Di antaranya soal ketidaksetaraan, kemiskinan, perubahan iklim dan tingginya harga properti.

Collins juga tidak akan mudah menyerah meski dari hasil jajak pendapat dia tidak diunggulkan. Sebab, dia telah malang melintang di panggung politik Negeri Kiwi selama 18 tahun.

Tiga perempuan, termasuk Ardern, sudah pernah menjabat menjadi perdana menteri Selandia Baru. Dan ini adalah kedua kalinya dua pemimpin partai utama di negara itu merupakan wanita.

Pada 1997, Jenny Shipley dari Partai Nasional terpilih menjadi perdana menteri Selandia Baru. Dua tahun kemudian, dia bersaing dengan Helen Clark dari Partai Buruh, tetapi kalah.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]