Argentina Lampaui 1 Juta Kasus Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 17:19 WIB
Kasus virus corona di Argentina tercatat melampaui 1 juta kasus, Senin (19/10). Ilustrasi virus corona di Argentina. (AP/Gustavo Garello)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus virus corona di Argentina tercatat melampaui 1 juta kasus, Senin (19/10).
 
Banyak penduduk di kota Ushuaia atau yang dikenal sebagai "The End of the World" mengira mereka mungkin akan terhindar dari pandemi virus corona yang parah.
 
Awalnya, para petugas kesehatan di Ushuaia dapat mengatasi wabah kecil di kota tersebut. Tapi saat Argentina melewati 1 juta kasus Covid-19 pada Senin, kota-kota kecil seperti Ushuaia-lah yang mengalami peningkatan paling menonjol.
 
Selama sebulan terakhir, dokter harus melipatgandakan jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Setidaknya, 60 persen dari pasien Covid-19 yang dites baru-baru ini kembali positif terpapar virus.

 
"Kami adalah contoh bagi negara. (Tapi) rupanya seseorang datang dengan virus corona," kata Carlos Guglielmi, Direktur Rumah Sakit Regional Ushuaia.
 
Lonjakan kasus Covid-19 di Argentina membuat rumah sakit menjadi tegang. Di beberapa provinsi, sistem perawatan kesehatan berada di ambang kewalahan.
 
"Saya ingin ini berakhir sekarang. Saya tidak dapat melanjutkan dengan langkah seperti ini," kata Cynthia Jimenez, Dokter Perawatan Intensif residen di Rumah Sakit Posadas di provinsi Buenos Aires, daerah paling terpukul di negara itu.
 
"Ini melelahkan (ketika) Anda melihat orang yang datang (menderita) sakit dengan gagal napas dan Anda harus menyelamatkan mereka. Dan Anda tahu bahwa jika Anda melakukan intubasi, itu akan berakhir buruk bagi banyak orang. Itu menyakitkan," ujarnya.

 
Pada 20 Maret, Argentina memberlakukan karantina ketat setelah kasus pertama Covid-19 dikonfirmasi di negara itu. Awalnya, langkah itu membantu memperlambat penyebaran virus.
 
Tapi sejak itu, pemerintah mulai melonggarkan pembatasan di banyak bagian negara untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi, kemudian diikuti peningkatan infeksi.
 
Menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari 26 ribu orang meninggal, dengan tingkat kematian akibat corona sekitar 2,7 persen.
 
Perbatasan Argentina tetap ditutup untuk pariwisata. Meski begitu, penerbangan domestik kembali dilanjutkan untuk orang-orang yang melakukan perjalanan dengan alasan medis, keluarga, atau pekerjaan atas persetujuan pemerintah.
 
Brasil adalah negara pertama di Amerika Selatan yang melewati 1 juta kasus pada Juni. Jumlah infeksi di negara itu telah meningkat menjadi lebih dari 5,2 juta, hanya berada di belakang Amerika Serikat dengan 8,1 juta kasus, dan India dengan 7,5 juta kasus.
 



Dilansir South China Morning Post, Selasa (20/10), di seluruh Amerika Latin, tiga negara lain yakni Kolombia, Meksiko, dan Peru diprediksi mencapai angka 1 juta kasus dalam beberapa pekan mendatang.
 
Tanda suram muncul saat Amerika Latin terus mencatatkan beberapa kasus harian tertinggi di dunia. Meskipun beberapa negara sudah mengalami penurunan signifikan, tapi kasus hanya menurun di satu kota kemudian meningkat di kota lain.
 
"Gelombang kedua datang tanpa pernah menyelesaikan gelombang pertama," ujar Luis Jorge Hernandez, Profesor Kesehatan Masyarakat di University of the Andes, Kolombia.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK