Prancis Panggil Diplomat Usai Erdogan Sindir Mental Macron

CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 00:41 WIB
Buntut dari pernyataan Erdogan yang disebut menghina Emmanuel Macron, Prancis memanggil duta besar mereka dari Ankara. Presiden Turki Reccep Tayip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Prancis mengutuk pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan memutuskan memanggil diplomat mereka yang berada di Ankara.

Langkah itu diambil Prancis setelah Erdogan menyindir kesehatan mental dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Komentar Presiden Erdogan tak dapat diterima. Berlebihan dan kekasaran bukanlah sebuah metode. Kami menuntut Erdogan agar mengubah kebijakannya karena berbahaya dalam segala hal," demikian pernyataan juru bicara kepresidenan Prancis seperti dikutip AFP, Sabtu (24/10).


Dia pun mengonfirmasi bahwa duta besar Prancis untuk Turki telah dipanggil pulang ke Paris guna konsultasi dan bertemu Macron untuk menjelaskan situasi terkini.

Sebelumnya Erdogan menyindir balik Macron atas kebijakannya terhadap kelompok muslim di Prancis. Erdogan juga mengatakan bahwa Macron perlu mengecek kesehatan mental.

"Apa masalah individu yang dipanggil Macron dengan Islam dan dengan Muslim? kata Erdogan, "Macron butuh pengobatan mental."

Erdogan pun mengejek Macron tak akan terpilih lagi pada pemilu kepresidenan Prancis mendatang.

"Kami akan melihat takdirmu, Saya tak akin dia bisa pergi jauh [dalam pemilu Prancis pada 2022]? Dia tak memiliki hasil apapun untuk Prancis dan dia hanya melakukan baginya sendiri," kata Erdogan.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK