WHO Catat Hattrick Rekor Global Tambahan Positif Covid-19

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 05:17 WIB
Catatan WHO soal perkembangan pandemi Covid-19 di dunia saat ini menunjukkan tiga hari beruntun pecah rekor tertinggi konfirmasi positif. Ilustrasi. Tenaga kesehatan dengan APD sederhana memeriksakan kondisi pasien konfirmasi positif Covid-19. (AFP/PIERO CRUCIATTI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Catatan badan kesehatan dunia (WHO) soal perkembangan pandemi Covid-19 di dunia saat ini menunjukkan tiga hari beruntun pecah rekor tertinggi konfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Merujuk pada dashboard Covid-19 di situs WHO, pada Sabtu (24/10) di seluruh dunia terjadi penambahan kasus sebanyak 465.319. Itu adalah rekor tertinggi yang mematahkan dua hari sebelumnya.

Dua hari sebelumnya yakni Jumat (23/10) dan Kamis (22/10) juga tercatat pemecahan rekor atas yang sebelumnya. Pada Jumat (23/10) tambahan positif Covid-19 adalah 449.720, lalu Kamis adalah 437.347 kasus di seluruh dunia.


Grafik penambahan pasien Covid-19 ini naik kembali setelah sempat turun selama tiga hari dari 18-20 Oktober 2020.

Per catatan 25 Oktober 2020, di mana belum lengkap seutuhnya pada Senin (26/10) pagi ini di Indonesia karena di belahan bumi lain masih Minggu, penambahan harian kasus positif Covid-19 telah mencapai 438.633.

Secara akumulatif sejak awal Januari 2020, kasus positif Covid-19 di dunia mencapai 42.512.186, di mana 1.147.301 di antaranya meninggal dunia.

Jika penambahan positif dalam tiga hari terakhir terjadi pemecahan rekor beruntun, tak demikian pada penambahan kasus meninggal. Meskipun demikian, angka meninggal di seluruh dunia ini cukup tinggi sebab di atas 5.000 semua.

Pada 22 Oktober 2020 angka kematian mencapai 6.518, kemudian 23 Oktober mencapai 6.564 kematian, dan 24 Oktober mencapai 6.626 kematian. Rekor kematian global akibat Covid-19 sendiri tercatat terjadi pada 17 April lalu yakni 12.434 orang meninggal dunia.

Melihat perkembangan pandemi Covid-19, WHO memperingatkan sejumlah negara di dunia mengenai langkah berbahaya atas kebijakan dalam negeri masing-masing yang justru bisa memicu lonjakan penambahan kasus.

Beberapa negara sudah melakukan langkah untuk mencegah terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19. Salah satunya Spanyol yang telah kembali menerapkan status Keadaan Darurat Nasional per Minggu (25/10).

"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi ini, khususnya di belahan bumi utara, " kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers pada Jumat (23/10) seperti dikutip dari AFP.

"Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit bagi beberapa negara yang menempuh jalur yang salah," imbuhnya.

WHO pun mendesak para pemimpin-pemimpin dunia untuk mengambil langkah cepat guna mencegah kematian yang sia-sia.

Kemudian, pada Minggu (25/10), dalam pertemuan global yang digelar daring, Tedros mengatakan penduduk dunia membutuhkan solidaritas untuk mencari dan mendapatkan vaksin Covid-19 di masa mendatang.

Para ilmuwan dan perusahaan penelitian di seluruh dunia diketahui tengah berlomba mencari tahu vaksin yang tepat untuk melawan Covid-19. Beberapa dari vaksin tersebut kini pun sudah ada yang melalui tahap uji klinis atau fase ketiga.

(kid, AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK