Protes Pernyataan Macron, Iran Panggil Diplomat Prancis

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 19:22 WIB
Iran memanggil diplomat Prancis memprotes pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W. Ilustrasi Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Iran memanggil diplomat Prancis memprotes pernyataan Macron yang mendukung penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W. (AP/Kenzo Tribouillard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Iran dilaporkan memanggil diplomat Prancis sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., Selasa (27/10).

Selain itu, mereka turut memprotes pernyataan Macron yang menyebut "Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia", terkait kasus pemenggalan yang menimpa seorang guru sejarah dan geografi, Samuel Paty.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada diplomat Prancis bahwa tanggapan Paris terhadap pembunuhan Samuel Paty "tidak bijaksana".


Pejabat Iran itu mengatakan menyesalkan sikap pemerintah Prancis yang seolah menyudutkan Islam dengan alasan mendukung kebebasan berekspresi.

Selain Iran, negara-negara Timur Tengah turut dibuat geram dengan pernyataan Macron pada pekan lalu, di mana Macron menolak mengutuk publikasi karikatur Nabi Muhammad S.A.W.

Dilansir Associated Press, Prancis menganggap satire relijius sebagai salah satu jenis pidato yang termasuk dalam kebebasan berekspresi. Sementara banyak Muslim menganggap segala upaya yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad S.A.W., sebagai pelanggaran berat.

Pada Senin (26/10) malam, sebuah organisasi ulama di kota Qom, Iran, juga mendesak pemerintah untuk mengutuk Macron atas pernyataannya. Asosiasi itu mendesak negara-negara Islam untuk menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi pada Prancis.

Surat kabar garis keras Iran, Vatan-e Emrooz, menyatakan Macron sebagai iblis dan memanggilnya "Setan" dalam sebuah karikatur di halaman depan.

Kerajaan Arab Saudi, menyatakan "menolak segala upaya untuk menghubungkan Islam dan terorisme, dan mencela kartun ofensif nabi".

Sementara itu, di wilayah Timur Tengah lainnya, toko-toko di Kuwait menarik yogurt dan air kemasan buatan Prancis dari etalase mereka. Universitas Qatar memutuskan membatalkan gelaran pekan budaya Prancis.

Ajakan untuk tidak berbelanja di gerai jaringan swalayan asal Prancis, Carrefour, juga menjadi tren di media sosial Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Gelombang aksi protes terkait pernyataan Macron juga terjadi di Irak, Turki, dan Jalur Gaza, Palestina. Parlemen Pakistan bahkan telah menerbitkan resolusi yang mengutuk penerbitan karikatur Nabi Muhammad S.A.W.

(ans/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK