Korban Gempa Turki-Yunani Bertambah, 14 Tewas, 419 Luka

CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2020 01:44 WIB
Korban jiwa akibat gempa di Turki dan Yunani bertambah usai tim penyelamat menemukan jasad di reruntuhan bangunan. Ilustrasi warga terdampak gempa di Turki (IHA via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 membuat 12 warga Turki dan 2 warga Yunani meninggal dunia. Jumlah korban jiwa bertambah usai tim penyelamat mengeruk reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa.

Mengutip AFP, tim penyelamat masih terus mencari korban akibat gempa. Sejauh ini, ada 419 warga Turki yang dilaporkan terluka dan mendapat perawatan.

Salah satu warga Yunani yang meninggal dunia masih berusia belasan tahun. Jenazah mereka ditemukan di balik reruntuhan tembok yang rubuh.


Kemudian ada gadis berusia 14 tahun di Yunani yang mengalami luka berat. Tak sedikit tulangnya yang patah akibat tertimpa bangunan yang rubuh saat gempa terjadi.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan duka cita kepada warganya yang menjadi korban gempa.

"Samos (kota yang terdampak gempa) mengalami rasa sakit yang tak tertahankan," kata Kyriakos mengutip AFP.

Gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo terjadi pada Jumat sore (30/10). Pusat gempa berada di Laut Aegea di kedalaman 16,5 kilometer.

Tak sedikit bangunan yang rubuh akibat gempa tersebut. Terutama di wilayah Izmir, Turki.

Gempa itu juga sempat menimbulkan tsunami kecil di wilayah Kepulauan Samos, Yunani. Air laut menggenangi jalan namun tak sampai membahayakan warga.

Sejauh ini, para penduduk di daerah yang terdampak diminta untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah Turki dan Yunani juga sudah saling menghubungi. Keduanya menawarkan bantuan satu sama lain.

(AFP/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK