Tegang dengan Iran, AS Pindahkan Skuadron F-16 ke UEA

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 12:55 WIB
AS telah memindahkan skuadron jet tempur F-16-nya dari Jerman ke Uni Emirat Arab pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
 Jet tempur F-16. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat telah memindahkan skuadron jet tempur F-16-nya dari Jerman ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.


Menurut United Press International (UPI), pemindahan itu dilakukan dari sebuah detasemen F-16 di Skuadron Tempur 480 Angkatan Udara Spangdahlem di Jerman ke Pangkalan Udara Al-Dhafra di Abu Dhabi.
 
"Pengerahan Skuadron Tempur 480 mendemonstrasikan kelincahan Angkatan Udara AS dan komitmen CENTCOM kepada sekutu dan mitra untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan," lapor UPI, mengutip pernyataan dari Komandan Angkatan Udara ke-9, Letnan Jenderal Greg Guillot.
 


"Saat dikerahkan, unit tersebut akan melakukan berbagai misi, termasuk operasi tempur dan pelatihan dengan mitra bersama dan regional, meningkatkan kesiapan keseluruhan unit dan kembali ke (Komando Eropa AS) yang lebih siap untuk mendukung operasi di masa depan," kata Guillot.
 
Dilansir The New Arab, Komando Pusat AS (CENTCOM) tidak menyebutkan secara langsung alasan di balik langkah tersebut, namun UPI menyatakan Al-Dhafra merupakan hub untuk pengawasan kegiatan di kawasan Teluk, khususnya gerakan militer Iran.
 



Pemindahan terjadi setelah detasemen F-35 AS kembali dari UEA ke pangkalan mereka di Utah.
 
Upaya itu juga dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, di mana pekan lalu Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Tapi niat itu dihalangi oleh para pejabat seniornya.
 
Mereka memperingatkan Trump bahwa serangan semacam itu dapat meningkatkan konflik yang lebih luas di pekan-pekan terakhir masa kepresidenannya.
 


Persaingan antara AS dan Iran selama puluhan tahun semakin intensif di bawah pemerintahan Trump, terutama setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan memberlakukan sanksi keras terhadap negara itu.
 
Pada Januari, kedua negara nyaris berperang setelah AS membunuh komandan Iran, Qasem Soleimani.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK