Jadi Ketua G20 2022, Indonesia Bakal Lanjutkan Isu Krusial

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 09:36 WIB
Indonesia menyatakan akan melanjutkan sejumlah isu dalam KTT G20 sebelum menjadi presiden pertemuan itu pada 2022. Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah. (Dok. Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia akan mendapat giliran menjadi presiden G20 pada 2022 mendatang.

Menurut Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kemungkinan besar pemerintah akan melanjutkan tema pembahasan yang menjadi fokus dalam pertemuan tahun ini.

"Sebagai anggota Troika G20, Indonesia sudah akan aktif sejak 2021 ini, antara lain melanjutkan isu-isu yang sudah disepakati leaders G20 (di bawah keketuaan Saudi)," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/11).


Hal-hal yang menjadi perhatian utama dalam KTT G20 yang digelar Arab Saudi secara virtual tahun ini adalah persoalan pentingnya menjaga prinsip kebersamaan di tengah situasi pandemi virus corona. Selain itu, upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi juga menjadi sorotan.

Diharapkan tidak ada satupun negara di dunia yang dibiarkan sendirian menangani pandemi, termasuk soal harapan distribusi vaksin virus corona yang merata.

Selain itu, fokus KTT G20 tahun ini adalah tentang pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Terutama soal menekan jumlah emisi karbon dan menjaga dunia dari perubahan iklim.

Salah satu fokus utama lainnya dalam KTT G20 tahun ini adalah memperketat pengawasan terhadap upaya pencucian uang atau pengiriman dana bagi kelompok teroris.

"Masih perlu waktu untuk memproses agenda di 2022, karena ekonomi global sangat dinamis di masa Covid," lanjut Faizasyah.

Indonesia akan menggelar KTT G20 pada 2022 setelah bertukar tempat dengan India.

Menurut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, perubahan rencana tersebut disepakati karena Indonesia juga akan menjadi ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023.

"Sejak awal kepemimpinan Indonesia dijadwalkan pada 2023," katanya dalam konferensi pers seperti dikutip AFP.

"Namun mengingat pada tahun 2023 Indonesia juga akan menjabat sebagai ketua ASEAN, maka Indonesia telah membahas [untuk menukar] waktu ketua G20 dengan India," lanjutnya.

"India juga memiliki permintaan yang sama untuk mengubah kepresidenan G20 pada tahun 2023."

Tahun depan, Italia akan menjadi ketua G20.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK