Gedung Putih Izinkan Biden Terima Laporan Intelijen Harian

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 12:06 WIB
Gedung Putih mengizinkan presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk menerima laporan intelijen harian. Presiden terpilih Amerika Serikat. (Joe Biden AP/Andrew Harnik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih mengizinkan presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk menerima laporan intelijen harian.

Keputusan ini menyusul pemberitahuan resmi Administrasi Layanan Umum (GSA) pada Senin malam yang menyatakan bahwa Biden sudah dapat memulai proses transisi pemerintahan.

Laporan Harian Presiden (PDB), diketahui disiapkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI)


"Sesuai arahan Undang-Undang Transisi Presiden, ODNI akan memberikan dukungan yang diminta kepada tim transisi," kata juru bicara ODNI kepada CNN, Selasa (24/11) waktu setempat.

"Sore ini Gedung Putih menyetujui ODNI untuk menyediakan PDB sebagai bagian dari dukungan untuk transisi."

Menerima briefing intelijen merupakan salah satu hak pertama seorang calon presiden setelah memenangkan pemilihan. Laporan tersebut berisi informasi mengenai masalah keamanan nasional yang akan dihadapi presiden baru.

Namun Biden selama ini belum menerima pengarahan intelijen karena upaya petahana Donald Trump untuk membatalkan hasil pemilihan, yang menyebabkan kebingungan pemerintah federal soal apakah peralihan kekuasaan bisa dimulai.

ODNI yang diawasi oleh kepala intelijen pilihan Trump, John Ratcliffe, sebelumnya mengatakan bahwa keputusan tentang Biden dan PDB ada di Gedung Putih.

Hal itu menggarisbawahi fakta bahwa keputusan mengenai akses Biden ke rahasia negara ada di tangan Trump.

Seorang pejabat transisi Biden mengatakan tidak mengomentari keputusan tersebut. Biden juga menolak menjawab pertanyaan tentang laporan intelijen itu.

PDB biasanya disesuaikan dengan presiden yang sedang menjabat. Presiden George W. Bush lebih suka diberi pengarahan secara lisan oleh para pejabat intelijen sementara Presiden Barack Obama sering membacanya dari tablet yang aman.

Trump sering menerima laporan di sesi pagi lewat pejabat intelijen karier, meskipun itu tidak rutin.

Selama tiga pekan terakhir, Trump berusaha untuk membatalkan hasil pemilu dan mengklaim terjadi kecurangan. Namun pemerintah sendiri menganggap pemilu kali ini sebagai yang paling aman dalam sejarah AS. Pejabat yang membuat pernyataan itu langsung dipecat Trump

Partai Republik juga telah mendesak Trump agar mengizinkan Biden menerima laporan intelijen, termasuk sekutu lama Senator Carolina Selatan Lindsey Graham.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK