Disanksi AS, Carrie Lam Tak Bisa Buka Rekening Bank

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 15:05 WIB
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam harus membuka uang tunai karena tidak bisa membuka rekening bank setelah ia dan 14 pejabat senior lainnya dijatuhi sanksi oleh AS. Pemimpin Tertinggi Carrie Lam. (Foto: AP/Vincent Yu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan dia harus menumpuk uang tunai di rumah karena dirinya tidak dapat membuka rekening bank setelah Amerika Serikat menjatuhkannya sanksi. AS menjatuhkan sanksi tak lama setelah China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

Lam dan 14 pejabat senior lainnya menerima sanksi tersebut sejak Beijing memberlakukan undang-undang baru tersebut pada akhir Juni.

Tak hanya itu, Washington juga membekukan aset Amerika dari 15 pejabat Hong Kong dan mengkriminalisasi setiap transaksi keuangan mereka di AS.


Dalam wawancara dengan saluran TV lokal, HKIBC, yang disiarkan pada Jumat (27/11) malam, Lam berkata bahwa dia "menggunakan uang tunai setiap hari untuk semua hal" setelah dikenai sanksi tersebut.

"(Sedang) duduk di depan Anda, kepala eksekutif SAR Hong Kong (Wilayah Administratif Khusus) yang tidak memiliki layanan perbankan yang tersedia untuknya," kata Lam kepada HKIBC seperti mengutip Strait Times.

"Setiap hari saya menggunakan uang tunai, untuk semua hal. Saya punya banyak uang di rumah, pemerintah memberi saya uang tunai untuk gaji saya karena saya tidak memiliki rekening bank," tambahnya.

Lam menambahkan bahwa "sangat terhormat untuk diberi sanksi yang tidak dapat dibenarkan" oleh pemerintah AS dan tidak ingin menghalangi siapa pun untuk menjabat di kantor publik.

Dengan penghasilan sebesar 5,21 juta dolar Hong Kong dalam setahun, Lam adalah salah satu pemimpin dengan bayaran tertinggi di dunia.

Pernyataannya pun memicu reaksi publik, di mana netizen mengunggah foto koin di celengan mereka di rumah untuk membandingkannya dengan kekayaan Lam.

Sementara netizen lain mempertanyakan bagaimana jumlah gaji sebesar itu akan dikirim ke kediamannya dalam bentuk tunai.

Pada Agustus, Lam mengatakan kepada media bahwa dia menghadapi "sedikit ketidaknyamanan" dari sanksi yang menghambat penggunaan kartu kreditnya.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK