Tiga Warga Hong Kong Didakwa atas UU Keamanan Disahkan China

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 19:25 WIB
Seorang pria Hong Kong, Ma Chun-man, jadi orang ketiga yang dituntut berdasarkan UU keamanan nasional yang baru disahkan China. Ilustrasi demo Hong Kong. (AP/Kin Cheung)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria Hong Kong, Ma Chun-man (30), menjadi orang ketiga yang dituntut berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang baru disahkan China.

Dia diseret dari pengadilan sambil meneriakkan slogan-slogan demokrasi dan ditahan pada Selasa (24/11).

Penahanan pria itu adalah ilustrasi gamblang tentang bagaimana UU baru yang diberlakukan Beijing pada musim panas ini, telah menciptakan konsekuensi berat bagi orang-orang yang dituduh melanggar aturan.

Menurut reporter AFP di pengadilan, Ma ditarik oleh polisi saat dia berteriak "Sebarkan beritanya, demokrasi dipupuk dengan darah dan keringat" setelah ia dituduh atas tuduhan "menghasut pemisahan diri".



Jaksa penuntut mengatakan Ma ditangkap tujuh kali oleh polisi antara 15 Agustus dan 22 November, dia meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan kemerdekaan Hong Kong dari China.

Pengacara mengatakan Ma adalah seorang sopir pengiriman makanan yang kehilangan pekerjaan pada bulan lalu dan tinggal di rumah bersama orangtua dan saudara laki-lakinya. Permintaan jaminan mereka ditolak dan Ma ditahan sampai sidang berikutnya pada Februari tahun depan.

Dilansir AFP, Beijing memberlakukan UU keamanan baru pada akhir Juni yang menargetkan empat kejahatan baru, meliputi pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing.


UU tersebut juga memberi China yurisdiksi atas kejahatan serius khusus dan memberdayakan agen keamanan Tiongkok untuk beroperasi secara terbuka di Hong Kong untuk pertama kalinya.

Beijing mengatakan langkah itu diambil karena pihaknya perlu mengembalikan stabilitas setelah aksi demokrasi besar tahun lalu sering kali disertai dengan kekerasan.

Di bawah UU baru ini, lebih dari 30 orang telah ditangkap termasuk politisi oposisi dan taipan media dengan berbagai penyelidikan yang sedang berlangsung.


Namun, Ma adalah orang ketiga yang akan dituntut. Sementara orang pertama adalah seorang pria yang diduga mengendarai sepeda motornya ke polisi sambil mengibarkan bendera pro-kemerdekaan, ia sekarang dituduh melakukan terorisme dan pemisahan diri.

Orang kedua adalah Tony Chung (19), mantan aktivis kemerdekaan yang dituduh memisahkan diri diduga atas komentarnya di media sosial.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK