Program 100 Hari Kerja, Biden Wajibkan Penggunaan Masker

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 07:08 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden mengungkap program 100 hari saat menjabat yakni mengharuskan penggunaan masker dan menunjuk kembali Dr. Anthony Fauci. Presiden terpilih AS Joe Biden. (Foto: AP/Carolyn Kaster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden akan mewajibkan seluruh warga untuk menggunakan masker sebagai salah satu program kerja selama 100 hari pertama menjabat. Upaya itu akan menjadi mandat nasional untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Langkah mewajibkan penggunaan masker menandai pergeseran penting dari pemikiran Presiden Donald Trump terkait skeptipisme pemakaian masker. Trump selama ini kerap menyatakan jika tidak ada korelasi antara penggunaan masker dengan upaya mengendalikan virus, sehingga banyak orang AS enggan mengenakan masker.

Biden mengatakan dia akan meminta orang Amerika mengenakan masker pada hari pelantikannya, 20 Januari nanti.


"Di hari pertama saya dilantik, saya akan meminta 100 hari kepada warga untuk mengenakan masker. Hanya 100 hari untuk mengenakannya-tidak selamanya, hanya 100 hari. Dan saya pikir kita akan melihat penurunan yang signifikan pada [penyebaran] virus tersebut," kata Biden disela wawancara dengan CNN.

Selain menjadikan penggunaan masker sebagai mandat nasional, Biden juga mengatakan jika ia telah meminta Dr. Anthony Fauci untuk menjadi kepala penasihat medis bersama tim penasihat Covid-19 yang telah ditunjuk.

"Saya meminta dia [Fauci] untuk tetap berada di pemerintahan sesuai peran yang sama yang telah ia tekuni bersama beberapa presiden terdahulu [sebagai direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular]," ucapnya.

"Saya juga meminta dia menjadi kepala penasihat medis untuk bekerja dan menjadi bagian dari tim Covid yang telah kami bentuk."

Terkait rencana vaksinasi corona, Biden mengatakan jika ia bersedia untuk menjadi sukarelawan disuntikkan vaksin untuk membangun kepercayaan publik.

Pernyataan serupa sebelumnya juga dinyatakan oleh tiga mantan presiden AS yakni Barack Obama, Bill Clinton, dan George W Bush. Ketiganya menyatakan bersedia menjadi relawan untuk disuntikkan vaksin.

AS hingga saat ini menjadi negara dengan kasus dan angka kematian tertinggi akibat virus corona. AS juga menjadi satu-satunya negara di dunia yang mencatat lebih dari 10 juta infeksi corona, tepatnya sebanyak 14.102.568 dan 275.729 kematian.

(CNN/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK