Adolf Hitler Menangkan Pemilu Lokal di Namibia

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 16:30 WIB
Seorang politikus Namibia mendadak terkenal setelah memenangkan pemilu lokal, penyebabnya karena dia bernama Adolf Hitler. Politikus Namibia mendadak terkenal setelah memenangkan pemilu lokal, penyebabnya karena dia bernama Adolf Hitler. (AFP/HEINRICH HOFFMANN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang politikus Namibia mendadak terkenal setelah memenangkan pemilu lokal, penyebabnya karena dia bernama Adolf Hitler.

Pria 54 tahun itu menjadi pemberitaan berbagai media internasional.

Adolf Hitler Uunona, politikus partai berkuasa SWAPO terpilih sebagai anggota dewan pemerintah untuk daerah pemilihan Ompundja pada pekan lalu. Dia berhasil meraup 85 persen suara.


Dengan nada kesal, Uunona mengatakan kepada AFP Kamis (3/12) bahwa dia bingung mengapa orang-orang tertarik dengan namanya.

Menurut Uunona, ayahnya memang memberi nama berasal dari pemimpin Nazi Jerman, namun tidak mengetahui ideologinya.

"Ketika masih kecil bagi saya ini adalah nama yang normal. Baru setelah dewasa, saya menyadari pria ini ingin menaklukkan dunia dan membunuh jutaan orang Yahudi," katanya kepada tabloid Jerman, Bild dilansir dari Africa News.

Dia tidak menggunakan nama Hitler di media sosialnya, tapi tetap memakainya di dokumen resmi. Dia juga tidak mempublikasikan nama lengkapnya dalam kehidupan sehari-hari. Hanya sebagai Adolf Uunona.

Ketika ditanya mengapa tidak mengubah nama tersebut, dia menjawab sudah terlambat.

"Ada di semua dokumen resmi, sudah terlambat untuk itu," ujarnya kepada Bild. Sang istrinya juga lebih suka memanggilnya Adolf.

Jerman menjajah Namibia yang dulu disebut Afrika Barat Daya, dari tahun 1884 hingga 1915.

Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa mengamanatkan Afrika Selatan untuk mengatur wilayah itu sebagai protektorat yang memerintah selama 75 tahun.

Namibia merdeka dari Afrika Selatan tahun 1990 sehingga menjadi salah satu negara termuda di dunia. Ibu kotanya ialah Windhoek.

Penjajahan Jerman di Namibia menewaskan puluhan ribu penduduk asli Herero dan Nama dalam pembantaian dari tahun 1904 hingga 1908. Para sejarawan menyebutnya sebagai genosida pertama abad ke-20.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK