Putra Joe Biden Diinvestigasi terkait Pajak

CNN Indonesia | Kamis, 10/12/2020 12:27 WIB
Putra presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, Hunter, mengaku sedang diselidiki pemerintahan Donald Trump terkait pajak. Putra Joe Biden, Hunter Biden. (Astrid Stawiarz/Getty Images for Town & Country/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Putra presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, Hunter, mengaku sedang diselidiki pemerintahan Donald Trump terkait pajak.

"Saya mengetahui untuk pertama kalinya kemarin bahwa Kantor Kejaksaan AS di Delaware menasihati penasihat hukum saya bahwa mereka sedang menyelidiki urusan perpajakan saya," kata Hunter melalui pernyataan yang dikeluarkan tim transisi kepresidenan ayahnya pada Rabu (9/12).

"Saya menangani masalah ini dengan sangat serius, tetapi saya yakin bahwa tinjauan profesional dan objektif atas masalah ini akan menunjukkan bahwa saya menangani urusan saya secara legal dan tepat, termasuk terkait penasihat pajak saya," ujarnya menambahkan.


Hunter adalah pengacara pendiri firma konsultasi dan investasi. Pria 50 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan ekuitas swasta dan menjabat sebagai dewan direksi di sejumlah organisasi, termasuk perusahaan kereta api nasional, Amtrak.

Putra kedua Biden itu kerap menjadi subjek serangan bagi sang ayah, terutama di masa kampanye pemilihan presiden kemarin.

Di masa kampanye, presiden Trump bahkan pernah meminta Ukraina menyelidiki Hunter soal dugaan korupsi di salah satu perusahaan negara di Eropa tersebut.

Selama masa kampanye, Trump berulang kali melontarkan tuduhan bahwa Biden dan keluarganya "korup" dan memiliki perusahaan "kriminal".

Dalam pernyataan terpisah, dilansir AFP, tim transisi Joe Biden mengatakan bahwa sang ayah "sangat bangga" dengan putranya, Hunter, yang telah berjuang melalui tantangan yang sulit, termasuk menghadapi serangan pribadi yang kejam dalam beberapa bulan terakhir.

Investigasi pemerintahan Trump terhadap Hunter ini berlangsung lima hari sebelum pemilihan suara elektoral rampung dan menyimpulkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu 3 November lalu.

Selama ini, Trump berkeras menolak kekalahannya di pemilu dan berkukuh akan menempuh jalur hukum demi membatalkan hasil pemilihan presiden.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK