Korsel Pecah Rekor Kematian Harian Corona

CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2020 20:00 WIB
Korea Selatan kembali mencatat infeksi virus corona dalam sehari sebanyak 1.092 kasus baru dan pecah rekor kematian dalam 24 jam mencapai 17 orang. Korea Selatan tengah menghadapi gelombang ketiga pandemi corona. (Foto: AP/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan kembali mencatat infeksi virus corona dalam sehari sebanyak 1.092 kasus baru. Angka kematian akibat Covid-19 juga kembali pecah rekor pada Rabu (23/12).

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel pada Rabu mencatat kasus corona menjadi 52.550 dengan lebih dari 13.130 kasus baru dalam dua pekan terakhir.

Dalam sehari terakhir tercatat 17 korban meninggal karena corona, angka kematian tertinggi sejak pandemi pertama kali dilaporkan. Sehingga total korban meninggal karena Covid-19 telah mencapai 739 orang.


Mengutip Associated Press, lonjakan kasus baru dan kematian membuat Korsel kekurangan tempat tidur di ruang perawatan intensif. Sekitar 284 dari 15.085 kasus aktif dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kendala rumah sakit kekurangan tempat tidur membuat seorang lansia berusia 60 tahun meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (15/12). Sebelum meninggal, lansia itu selama tiga hari menunggu ketersediaan tempat tidur untuk mendapat perawatan di rumah sakit.

Pemerintah kota Seoul menyatakan permintaan maaf karena pria itu meninggal ketika menunggu ketersediaan ruang perawatan. Ia tidak mendapat prioritas perawatan karena hanya mengalami gejala ringan setelah tertular dari istrinya yang sudah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Kantor distrik Dongdaemun mengatakan pria lanjut usia itu mengalami gejala ringan, termasuk tenggorokan gatal.

"Kota Seoul menyampaikan belasungkawa kepada pasien yang meninggal saat menunggu ranjang rumah sakit," kata pemerintah kota dalam siaran pers Kamis malam (17/12). "Kami merasa sangat bertanggung jawab."

Kemunculan gelombang ketiga pandemi menjadi pukulan berat lantaran Korsel sejauh ini dianggap berhasil menangani penyebaran virus corona lewat pengetesan massal. Namun pelonggaran batasan jarak sosial dalam beberapa bulan terakhir demi menghidupkan perekonomian justru menyumbang lonjakan kasus.

Sejauh ini infeksi corona baru mulai terdeteksi di rumah sakit, fasilitas perawatan, hingga barak tentara. Sebagian besar kasus berada di wilayah metropolitan Seoul.

(AP/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK