Rusia Mengaku Tak Berharap Banyak pada Pemerintahan Biden

CNN Indonesia | Kamis, 24/12/2020 05:43 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak berharap banyak dari Presiden AS terpilih Joe Biden. Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden. (AP/Andrew Harnik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow tidak berharap dari Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden. Dia bahkan menuduh anggota pemerintahan Biden di masa depan sebagai "Russophobia".

"Jelas, kami tidak mengharapkan sesuatu yang baik. Dan akan aneh mengharapkan hal-hal baik dari orang-orang ini, banyak dari mereka berkarier di Russophobia dan melemparkan lumpur ke negara saya," kata Ryabkov dalam wawancara dengan kantor berita Interfax, Rabu (23/12)


Dilansir AFP, wawancara itu dirilis beberapa hari setelah AS menuduh Rusia melakukan serangan siber besar-besaran terhadap lembaga pemerintah.

Pada Selasa, Biden mengatakan serangan itu tidak bisa untuk "tidak ditanggapi" dan dia berjanji untuk membalasnya setelah ia resmi menjabat pada 20 Januari mendatang.



Lebih lanjut, Ryabkov mengatakan Moskow harus beralih ke pendekatan "penahanan total" dalam hubungannya dengan Amerika Serikat dengan mempertahankan "dialog selektif" tentang topik-topik yang menarik bagi Rusia.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia tidak akan memulai kontak apa pun dengan staf transisi Biden dan tidak akan membuat "konsesi sepihak".

Kata dia, jika AS terus menganggap Rusia sebagai "saingan strategis", maka Moskow akan "memperlakukan mereka dengan cara yang sama".


Peringatan itu merujuk pada sanksi baru AS yang dijatuhkan awal pekan ini terhadap 45 organisasi Rusia atas koneksi militer mereka.

"Kami berubah dari buruk menjadi lebih buruk. Ini sangat khas selama empat tahun terakhir dan sejauh ini tidak ada perasaan bahwa tren ini telah melampaui kegunaannya," kata Ryabkov.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK