Serangan Siber Terparah Landa AS, Rusia Dituduh Jadi Dalang

AP, CNN Indonesia | Sabtu, 19/12/2020 22:24 WIB
Serangan siber terparah dalam sejarah melanda Amerika Serikat, tuduh Rusia jadi dalang dibalik serangan ini. Ilustarsi peretasan (Istockphoto/ Undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo sangat yakin Rusia adalah dalang di balik serangan dunia maya paling parah yang terjadi di negara itu.

Peretasan di AS sangat besar, sebab sekitar 18.000 organisasi terinfeksi kode berbahaya (malware) dari Maret hingga Juni 2020.

Ia menjadi pejabat pemerintah AS pertama yang memberikan pernyataan terbuka yang mengaitkan serangan siber ini dengan Kremlin.


Sementara itu, Presiden Donald Trump tetap diam terkait kegagalan untuk melindungi jaringan komputer pemerintah dan swasta di negara itu.

Hingga saat ini, tidak jelas apa yang diincar peretas. Tapi, para ahli mengatakan merea bisa saja mengincar rahasia nuklir, cetak biru untuk persenjataan canggih, penelitian terkait vaksin COVID-19, dan informasi untuk dokumen tentang pemimpin utama pemerintah dan industri.

"Kami masih membongkar persis apa itu, dan saya yakin beberapa di antaranya akan tetap dirahasiakan," kata Pompeo dalam sebuah wawancara Jumat malam dengan pembawa acara bincang-bincang radio Mark Levin, Jumat malam waktu setempat (19/12).

"Kami dapat katakan dengan cukup jelas bahwa Rusia-lah yang terlibat dalam aktivitas ini. "

Meski demikian, Rusia mengatakan "tidak ada hubungannya" dengan peretasan tersebut.

Wakil sekretaris pers Gedung Putih Brian Morgenstern, Jumat (18/12) mengatakan penasihat keamanan nasional Robert O'Brien telah melakukan beberapa pertemuan harian dengan FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan badan intelijen, untuk mencari cara mengurangi peretasan.

Namun, ia tak menjelaskan detail pertemuan, "tetapi yakinlah kami memiliki yang terbaik dan paling cemerlang yang bekerja keras untuk itu setiap hari."

Pompeo, dalam wawancara dengan Levin, mengatakan Rusia ada dalam daftar "orang-orang yang ingin merusak cara hidup kita, republik kita, prinsip dasar demokrasi kita. ... Anda melihat berita hari ini sehubungan dengan upaya mereka di dunia maya. Kami telah melihat ini untuk waktu yang sangat lama," tuturnya.

Para ahli mengatakan tidak ada cukup tim pemburu ancaman yang terampil untuk mengidentifikasi semua sistem pemerintah dan sektor swasta yang mungkin telah diretas.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK