Dua WNI ABK Kapal Tanker Korsel Ikut Ditahan di Iran

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 07:47 WIB
KBRI di Teheran melayangkan nota diplomatik kepada Kemlu Iran mengenai permintaan klarifikasi terkait keberadaan dua WNI ABK. Ilustrasi kapal tanker. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua warga Indonesia anak buah kapal (ABK) tanker kimia berbendera Korea Selatan, Hankook Chemi, ikut ditahan pihak berwenang Iran dalam penyitaan yang terjadi di Selat Hormuz, Teluk Persia, pada awal pekan ini.

Kedutaan Besar RI di Teheran mengatakan telah melayangkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Iran mengenai permintaan klarifikasi terkait keberadaan kedua WNI ABK tersebut.

"KBRI Tehran akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Iran terkait keberadaan dan kondisi dua orang WNI ABK Hankook Chemi, kapal berbendera Korea Selatan yang ditahan oleh otoritas Iran," bunyi pernyataan KBRI di Teheran pada Selasa (5/1).


KBRI Teheran juga telah meminta akses kekonsuleran untuk bisa berkomunikasi dengan kedua ABK tersebut.

Selain WNI, Hankook Chemi turut mengangkut ABK yang berasal dari Korea Selatan, Vietnam, dan Myanmar. Namun, tidak disebutkan berapa jumlah awak kapal yang ditahan.

"Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi kapal MT Hankook Chemi dan menyatakan seluruh kru termasuk kedua WNI ABK saat ini berada dalam kondisi baik dan sehat," kata KBRI Teheran.


Korps Pengawal Revolusi Iran menangkap Hankook Chemi di Teluk Persia pada Senin (4/1). Kantor berita Fars melaporkan kapal tanker itu disita karena dianggap 'mencemari teluk dengan bahan kimia'.

Penyitaan ini terjadi di tengah ketegangan Iran dan Korsel setelah Seoul membekukan akses sejumlah aset Iran yang tersimpan di beberapa bank Negeri Ginseng.

Pembekuan aset dilakukan Korsel menuruti sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Sejumlah foto yang dirilis media Iran memperlihatkan kapal tanker Hankook Chemi yang disebut membawa 7.200 ton etanol itu.

Saat ini kapal tersebut ditahan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran. Pihak otoritas Iran belum memberikan komentar atas penangkapan tersebut.


Korea Selatan juga berencana mengirimkan delegasi ke Teheran untuk menyelesaikan masalah ini.

Sementara itu, surat kabar Iran, Times, melaporkan Iran berharap bisa melakukan barter dengan Korsel soal pembebasan kapal tanker ini. Iran menginginkan dana yang dibekukan Korea Selatan bisa ditukar dengan dosis vaksin virus corona dan komoditas lain.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK