Desakan Pencopotan Trump Makin Kuat

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 11:01 WIB
Desakan mencopot Trump kian menguat menyusul insiden kerusuhan massa pendukungnya di Gedung Kongres Capitol Hill. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Desakan mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya di Gedung Putih kian menguat menyusul insiden kerusuhan massa pendukungnya di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Rabu (6/1).

Menurut sebuah pernyataan yang dirilis anggota komite, Anggota Komite Kehakiman DPR mendesak Wakil Presiden Mike Pence dan anggota Kabinet untuk mengajukan Amandemen ke-25 Konstitusi Amerika Serikat dan mencopot Trump dari jabatannya.

"Bahkan dalam pengumuman videonya siang tadi, Presiden Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak sehat secara mental dan masih belum bisa memproses dan menerima hasil Pilpres 2020," bunyi pernyataan itu.


"Kesediaan Presiden Trump untuk menghasut kekerasan dan keresahan sosial untuk membatalkan hasil pilpres dengan paksa jelas memenuhi standar ini. Begitu juga dengan cuitannya baru-baru ini yang telah dihapus oleh Twitter, yang mengatakan pemilu itu 'dicuri'," ujarnya.

Sebelum pernyataan tersebut dirilis, CNN sebelumnya melaporkan bahwa sebuah sumber dari Partai Republik mengungkapkan beberapa anggota Kabinet sedang mengadakan diskusi awal tentang penerapan Amandemen ke-25 untuk memaksa pencopotan Trump dari jabatan.



Diskusi sedang berlangsung, tapi tidak jelas apakah akan ada cukup anggota Kabinet untuk menghasilkan kesepakatan pencopotan Trump.

Lebih lanjut, sumber itu menambahkan diskusi juga telah mencapai Capitol Hill di mana beberapa senator telah diberitahu tentang diskusi tersebut.

Sebelumnya desakan terkait pencopotan Trump juga diutarakan oleh Jaksa Agung Distrik Columbia Karl Racine, dengan meminta Pence agar mengajukan Amandemen ke-25.


Dia menilai Pence dianggap lebih layak mengemban posisi presiden dibanding Trump.

"Tidak peduli Anda menyukai Wakil Presiden Pence atau tidak, faktanya dia lebih cocok untuk jabatan ini. Kami membutuhkan panglima tertinggi yang akan memenuhi tanggung jawab konstitusionalnya," ujarnya.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK