Biden Desak Trump Akhiri Protes di Gedung Capitol

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 10:29 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden mendesak Donald Trump mengakhiri protes di gedung Kongres atas hasil pilpres. Presiden AS terpilih Joe Biden. (Foto: CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden mendesak Donald Trump menyerukan pada massa pendukungnya untuk mengakhiri protes di gedung Kongres Capitol Hill, Washington D.C, AS.

Dikutip dari CNN, Kamis (7/1), Biden menilai, kerusuhan yang terjadi di depan gedung Kongres itu merupakan serangan yang belum pernah terjadi terhadap demokrasi AS.

"Saat ini demokrasi kita berada di bawah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak seperti yang pernah kita lihat di zaman modern. Serangan terhadap benteng kebebasan, Capitol sendiri," kata Biden, di Wilmington, Delaware.


Biden menuturkan aksi massa pendukung Trump itu merupakan bentuk kekacauan. Ia meminta massa untuk mundur dan membiarkan demokrasi berjalan atas dirinya yang terpilih sebagai presiden AS.

"Ini bukan perbedaan pendapat, ini kekacauan. Ini kekacauan. Itu berbatasan dengan hasutan, dan harus diakhiri sekarang. Saya menyerukan kepada massa untuk mundur dan membiarkan demokrasi maju," katanya.

Biden mengatakan kekacauan di gedung Kongres tidak mencerminkan demokrasi yang sebenarnya di AS.

"Dunia menyaksikan. Seperti banyak orang Amerika lainnya, saya benar-benar terkejut dan sedih karena negara kita yang selama ini menjadi cahaya dan harapan bagi demokrasi, telah sampai pada saat yang kelam," kata Biden.

Sebelumnya, massa pendukung Trump menyerbu gedung Kongres yang menjadi tempat para anggota mengesahkan kemenangan Biden sebagai presiden AS.

Massa juga sempat bentrok dengan aparat kepolisian setelah sempat memaksa masuk ke dalam gedung.

Satu orang wanita dikabarkan tewas saat menyerbu masuk gedung Kongres.

Sementara pihak parlemen memutuskan untuk melanjutkan proses penghitungan suara usai sempat tertunda akibat kerusuhan yang terjadi. 

(psp/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK