RS Penuh Pasien Corona, Malaysia 'PSBB' 5 Negara Bagian

CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 18:37 WIB
Malaysia kembali menerapkan pembatasan sosial dan lockdown di lima negara bagian akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19). Tentara Malaysia memasang kawat berduri untuk menghambat warga bepergian di tengah lockdown. (AP/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Malaysia kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (MCO) di lima negara bagian selama dua pekan mulai Rabu (13/1) mendatang, akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19).

Dilansir Reuters, Senin (11/1), keputusan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yasin, melalui pidato yang disiarkan melalui media massa. Selain itu, kapasitas rawat di Malaysia juga sudah melebihi daya tampung rumah sakit.

Dalam pengumuman itu, Muhyiddin menyatakan kembali menerapkan PSBB di lima negara bagian yakni Penang, Selangor, Melaka, Johor dan Sabah, serta tiga wilayah khusus federal yakni Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan.


Dalam penerapan PSBB itu, pemerintah Malaysia melarang penduduk bepergian antarnegara bagian. Khusus bagi negara bagian yang wajib menerapkan PSBB, para penduduk juga dilarang bepergian ke daerah lain.

Pergerakan penduduk, kata Muhyiddin, dibatasi hanya boleh sejauh 10 kilometer dari kediaman.

"Untuk mencegah penduduk bepergian ke wilayah atau negara bagian lain, maka jalan akan ditutup pada Rabu pukul 00.01," kata Muhyiddin.

Selain itu, Muhyiddin menyatakan pemerintah memberlakukan masa PSBB transisi di negara bagian Pahang, Perak, Negeri Sembilan, Kedah, Terengganu dan Kelantan.

Sedangkan di negara bagian Perlis dan Sarawak pengetatan pergerakan masyarakat mulai dilonggarkan untuk memulai pemulihan kehidupan dan perekonomian.

Pemerintah Malaysia hanya membolehkan lima sektor perekonomian yang tetap beroperasi selama PSBB, yakni manufaktur, konstruksi, jasa, perdagangan dan distribusi, serta perkebunan dan barang.

Kasus infeksi Covid-19 di Malaysia saat ini tercatat mencapai lebih dari 135 ribu pasien, 550 di antaranya meninggal.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, menyatakan sejak pekan lalu bahwa kapasitas ruang rawat seluruh rumah sakit di Malaysia hampir mencapai batas.

Saat ini Malaysia mempunyai 23 ribu kasur untuk merawat pasien Covid-19. Namun, jumlah kasus aktif saat ini sudah mencapai 27 ribu orang.

Dia meminta supaya pemerintah menerbitkan kebijakan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala supaya menjalani karantina di rumah.

Malaysia menerapkan pembatasan bepergian sejak 18 Maret 2020. Namun, perlahan PSBB itu dilonggarkan dan membuka kembali geliat industri pariwisata.

Akan tetapi, pada September 2020 terjadi lonjakan kasus di Sabah dan kemudian bergulir negara bagian lain. Mereka menyatakan saat ini adalah fase gelombang ketiga wabah Covid-19.

Selain itu, sejumlah anggota Kabinet di Malaysia juga tertular virus corona. Mereka adalah Menteri Perempuan, Keluarga dan Pembangunan Masyarakat Rina Mohd Harun dan Menteri Departemen Ekonomi Kantor Perdana Menteri Mustapa Mohamed.

(Reuters/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK