Inggris Sulap Stadion dan Pacuan Kuda untuk Lokasi Vaksinasi

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 00:48 WIB
Pemerintah Inggris menggunakan stadion hingga arena pacuan kuda untuk melakukan vaksinasi massal virus corona. Proses vaksinasi virus corona di Inggris. (AP/Justin Tallis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris membuka tujuh pusat vaksinasi massal virus corona (Covid-19) pada Senin (11/1), di tengah mutasi baru virus corona yang melanda di seluruh negeri.

Pusat vaksinasi itu termasuk stadion sepak bola dan lapangan pacuan kuda yang terletak di kota-kota seperti Bristol, London, Newcastle, dan Manchester.

Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris mengatakan pusat-pusat itu akan memvaksinasi ribuan dosis per pekan dan diharapkan beberapa pusat vaksinasi lainnya juga akan mengikuti.


Dilansir AFP, beberapa rumah sakit dan apotek juga akan mulai menawarkan vaksin Covid-19 akhir pekan ini.

Pemerintah berharap dapat menyediakan dosis yang cukup untuk 12 juta dari total 56 juta penduduk Inggris pada pertengahan Februari, dimulai dari kelompok paling rentan.

Kelompok pertama yang mendapatkan vaksinasi di Inggris yakni penghuni panti jompo, semua orang berusia 70 tahun atau lebih, petugas kesehatan di garis depan, dan orang-orang yang secara klinis sangat rentan.

Sejak pemerintah Inggris meluncurkan program vaksinasi menggunakan vaksin buatan Pfizer-BioNTech pada 8 Desember 2020, lebih dari 1,2 juta orang telah divaksinasi. Menyusul Pfizer, Inggris juga telah menyetujui vaksin dari Oxford-AstraZeneca dan Moderna.

"Kami memobilisasi pemerintah, NHS, dan angkatan bersenjata sebagai bagian dari upaya nasional besar-besaran," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

Saat ini, Inggris sedang bergulat dengan wabah Covid-19 terparah sejak virus mematikan itu melanda pada awal 2020.

Tingkat rekor kasus dan jumlah kematian harian disinyalir berasal dari mutasi baru covid-19 yang disebut lebih mudah menular. Mutasi baru itu juga menambah tekanan tersendiri bagi NHS.

Selain itu, Inggris juga telah kembali memberlakukan lockdown hingga pertengahan Februari untuk menekan penyebaran.

"Beberapa pekan ke depan akan menjadi minggu-minggu terburuk dari pandemi ini dalam hal jumlah yang masuk ke NHS," kata Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty.

"Apa yang perlu kami lakukan, sebelum vaksin memiliki efek... adalah kami benar-benar perlu melipatgandakan dalam mengamati tindakan lockdown," tambahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Parlemen untuk Penyebaran Vaksin Covid-19, Nadhim Zahawi, mendesak masyarakat untuk mengikuti aturan.

"Di supermarket, kami perlu memastikan orang benar-benar memakai masker dan mengikuti aturan sistem satu arah," katanya kepada Sky News.

"Kami tidak ingin melangkah lebih keras karena ini adalah penguncian yang cukup sulit, tapi yang kami butuhkan adalah orang-orang berperilaku seolah-olah mereka terkena virus sehingga kami dapat mengendalikan virus ini sementara kami memvaksinasi," tutur Zahawi.

Pada Sabtu, Inggris mencatat lebih dari 3 juta kasus Covid-19 sejak pandemi melanda tahun lalu. Sebelumnya pada Jumat, Inggris melaporkan rekor 1.325 kematian dalam 24 jam terakhir.

Saat ini korban tewas akibat Covid-19 di Inggris mencapai lebih dari 81 ribu jiwa, salah satu yang tertinggi di Eropa selain Italia.

(ans/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK