KILAS INTERNASIONAL

Harun Yahya Divonis 1000 Tahun Bui hingga Massa Trump Dipecat

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 06:14 WIB
Sejumlah peristiwa terjadi dirangkum dalam kilas internasional, mulai dari vonis bui 1000 tahun Harun Yahya hingga massa Trump di Capitol dipecat. Harun Yahya divonis 1000 tahun penjara. (Foto: AFP/DOGAN NEWS AGENCY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangkaian peristiwa terjadi pada Senin (11/1) yang dirangkum dalam kilas internasional. Mulai dari vonis 1000 tahun penjara Harun Yahya hingga pendukung Trump yang rusuh di Capitol Hill dipecat perusahaan.

Terbukti Memperkosa, Harun Yahya Divonis 1000 Tahun Penjara

Hakim pada pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seribu tahun kepada penceramah Muslim, Adnan Oktar alias Harun Yahya (64), karena terbukti melakukan kejahatan seksual.

Dilansir AFP, Senin (11/1), amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.


Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.

Oktar ditangkap pada Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan oleh dia dan organisasi yang dibentuknya.

Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Oktar.

Sejumlah Senator Partai Republik Dorong Trump Dicopot

Sejumlah Senator Partai Republik, termasuk salah satunya Pat Toomey turut menyerukan agar Presiden Donald Trump mengundurkan diri menyusul insiden kerusuhan massa yang dilakukan oleh pendukungnya di Gedung Capitol Hill pada Rabu (6/1) pekan lalu.

Toomey selama ini merupakan pendukung konservatif Trump yang mengatakan jika kekalahan dalam pemilu membuatnya semakin 'gila'.

"Saya pikir cara terbaik bagi negara kita adalah jika presiden mengundurkan diri. Perilaku Trump telah keterlaluan dan terlibat dalam aktivitas yang benar-benar tidak terpikirkan dan tidak dapat dimaafkan," ujar Toomey kepada CNN seperti dikutip dari AFP.

Menurut Toomey saat ini tidak ada cukup waktu untuk memakzulkan presiden dalam waktu kurang dari sepuluh hari hingga masa jabatan Trump berakhir.

Ia meyakini usai lengser dari jabatannya, Trump dapat dimintai pertanggungjawaban terkait penyerbuan pendukungnya di Gedung Kongres.

Pendukung Trump yang Ikut Rusuh di Capitol Dipecat Perusahaan

Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang terlibat kerusuhan di Capitol Hill pekan lalu dipecat dari tempat kerja.

Massa pendukung Trump menggelar demonstrasi di depan gedung Capitol saat Kongres tengah melangsungkan penghitungan pemungutan suara elektoral pemilu pada Rabu (6/1) siang.

Mereka menyerbu dan merusak gedung Kongres sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden di pilpres.

Foto-foto kerusuhan tersebut tersebar luas di media sosial. Beberapa pendukung yang ikuti kerusuhan pun teridentifikasi.

Bahkan seorang pria tampak memakai ID perusahaan saat ikut kerusuhan. Esok harinya, perusahaan pemasaran di Maryland, Navistar Direct Marketing menyatakan memecat karyawan tersebut.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK