Alasan Brasil Dua Kali Rilis Hasil Efikasi Vaksin Sinovac

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 10:08 WIB
Brasil pada Selasa (12/1) mengumumkan hasl efikasi vaksin Sinovac mencapai 50,4 persen, jauh lebih rendah dari pengumuman sebelumnya 78 persen. Brasil dua kali mengumumkan hasil efikasi vaksin corona buatan Sinovac, China. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Brasil kembali mengumumkan hasil efikasi vaksin Coronavac buatan Sinovac Biotech mencapai 50,4 persen mencegah gejala terinfeksi virus corona pada Selasa (12/1). Pengumuman ini hanya berselang kurang dari sepekan setelah Brasil mengumumkan hasil efikasi pertama.

Pada Jumat (8/1) pekan lalu, di mana Brasil menyatakan vaksin efektif 78 persen. Brasil melibatkan 12.500 relawan menunjukkan tidak menghasilkan efek samping atau reaksi alergi yang signifikan.

Dalam laporan terbarunya, Brasil mengklaim secara keseluruhan, vaksin itu 50 persen efektif mencegah pasien tertular Covid-19, termasuk untuk kasus yang sangat ringan meski tidak menunjukkan gejala (asimtomatik).


"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif yang memenuhi semua kriteria untuk membenarkan penggunaannya dalam keadaan darurat," kata Dimas Covas selaku Direktur Pusat Kesehatan Publik Sao Paulo, Institut Butantan.

Dilansir Channel News Asia, beberapa ilmuwan dan pengamat mengecam Butantan karena pekan lalu merilis sebagian data yang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis.

Dengan menurunnya hasil efikasi yang dilaporkan, kemungkinan akan menambah keraguan di Brasil tentang vaksin buatan China.

"Kami memiliki vaksin yang bagus. Bukan vaksin terbaik di dunia. bukan vaksin yang ideal," kata Ahli Mikrobiologi Natalia Pasternak, mengkritik nada kemenangan yang diumumkan Institut Butantan pekan lalu.

Sebelum mengumumkan hasil efikasi sebanyak dua kali, para peneliti di Butantan telah menunda pengumuman hasil uji klinis vaksin Sinovac sebanyak tiga kali. Mereka menyalahkan klausul kerahasiaan dalam kontrak dengan Sinovac.

Dalam pengumuman pertama pada Jumat (8/1) pekan lalu, Brasil mengumumkan bahwa vaksin Sinovac efektif 78 persen dalam uji coba tahap akhir.

Pemerintah Brasil mengatakan dengan hasil itu, mereka akan meminta regulator kesehatan negara, Anvisa, menyetujui penggunaan vaksin tersebut untuk tujuan darurat.

Institut Butantan pun menuturkan akan mengajukan otorisasi vaksin ke Anvisa di hari yang sama.

Tingkat kerincian data yang diberikan pemerintah Brasil juga tidak seperti ketika Pfizer, Moderna, atau AstraZeneca mengumumkan hasil efikasi.

Namun dibandingkan ketiga vaksin corona lainnya, vaksin Sinovac dianggap lebih mudah dalam proses distribusi, karena cukup disimpan di suhu kulkas pada umumnya.

Kendati demikian, hasil efikasi yang diumumkan Brasil saat itu masih lebih rendah dibandingkan hasil uji klinis vaksin Sinovac yang pernah diumumkan ilmuwan di Turki, yaitu 91 persen. Bedanya, Turki hanya melibatkan 752 relawan. Sementara Indonesia mengumumkan hasil uji klinis Sinovac mencapai 65,3 persen.

Hasil uji klinis di Brasil dan Indonesia memang lebih rendah dibandingkan hasil serupa yang dirilis Turki. Tingkat efikasi vaksin Sinovac jauh tertinggal jauh dari vaksin produksi Moderna dengan 94 persen dan Pfizer-BioNTech mencapai 95 persen.

Kendati demikian, angka efikasi vaksin Sinovac telah mencapai target efikasi minimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minimal 50-60 persen.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK