Massa Pro-Trump Siapkan Pemberontakan Jelang Pelantikan Biden

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 13:20 WIB
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memperingatkan adanya ancaman keamanan ketika pelantikan presiden terpilih Joe Biden. Ilustrasi. Massa pendukung Presiden Donald Trump demo tolak hasil Pilpes AS. (AFP/Samuel Corum)
Jakarta, CNN Indonesia --

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memperingatkan adanya ancaman keamanan ketika pelantikan presiden terpilih Joe Biden.

FBI mengaku telah menerima informasi yang mengindikasikan akan ada protes bersenjata pendukung Donald Trump menjelang pelantikan Biden.

Buletin FBI mengungkap demonstrasi akan digelar di seluruh Gedung Dewan Perwakilan di 50 negara bagian dan di Gedung Kongres di Washington D.C.


Seperti dikutip CNN, badan keamanan federal AS itu melihat pengepungan Gedung Capitol Hill baru-baru ini hanya lah awal dari potensi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa pendukung Trump. Lima orang tewas dalam kerusuhan 6 Januari tersebut.

FBI juga menyoroti ancaman "pemberontakan" jika Trump dicopot melalui Amandemen ke-25 sebelum pelantikan Biden berlangsung pada 20 Januari mendatang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pasukan Garda Nasional Amerika Serikat mulai melakukan patroli dengan membawa senjata di jalanan Ibu Kota Washington D.C pada Selasa (12/1) malam.

Namun, pada Senin (11/1), Kepala Biro Garda Nasional Pentagon, Jenderal Daniel Hokanson, mengatakan pihaknya belum diberi wewenang untuk beroperasi sambil membawa senjata.

"Memberi wewenang kepada anggota Garda Nasional untuk ditempatkan dalam penegakan hukum, dipersenjatai, dan diberdayakan untuk melakukan penangkapan akan menjadi pilihan terakhir jika situasi keamanan tidak terkendali," kata Hokanson seperti dikutip AFP.

Pengerahan Pasukan Garda Nasional berlangsung setelah Presiden Donald Trump menyetujui penetapan status darurat keamanan di wilayah Washington D.C pasca-kerusuhan massa pendukungnya di Gedung Capitol Hill.

Pasukan Garda Nasional AS dikerahkan demi memberikan dukungan logistik kepada kepolisian Washington.

Tidak jelas apa yang membuat keputusan berubah sehingga pasukan Garda Nasional mulai berpatroli dengan membawa senjata pada Selasa malam.

Namun, New York Times melaporkan bahwa hanya pasukan Garda Nasional yang bertugas di Capitol Hill saja yang sejauh ini diizinkan menggunakan senjata untuk patroli.

Namun, sejumlah pakar keamanan mengatakan wacana di antara kaum ekstremis dan pendukung Trump terkait protes bersenjata dan kekerasan di ibu kota AS dan kota lain terus beredar di media sosial dalam beberapa terakhir.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK