Wapres AS Mike Pence Tolak Amendemen 25 untuk Gulingkan Trump

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 09:44 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menolak menggunakan Amandemen ke-25 untuk memberhentikan Presiden Donald Trump. Wapres AS Mike Pence. (AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menolak menggunakan Amandemen ke-25 untuk memberhentikan Presiden Donald Trump dari jabatan.

Dia menyampaikan keputusan itu lewat sebuah surat yang ditujukan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi, Selasa (12/1). Pence menilai penerapan Amandemen 25 tidak tepat.

"Saya tidak yakin tindakan seperti itu merupakan jalan terbaik bagi Bangsa kita atau sesuai dengan Konstitusi kita," kata Pence dalam sebuah surat seperti dikutip dari Reuters.


Pence mengatakan kepada Pelosi bahwa lebih baik energi difokuskan pada memastikan transisi pemerintahan yang tertib. Dia juga mengimbau untuk menghindari tindakan yang akan semakin memecah belah.

"Bekerja sama dengan kami untuk menurunkan tensi dan mempersatukan negara saat kami bersiap untuk melantik Presiden terpilih Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya," kata Pence.

Dilansir AFP, DPR AS memberikan suara pada Selasa (12/1) malam terhadap resolusi untuk mendorong Pence mengajukan Amandemen ke-25.

Kemudian Ketua DPR Nancy Pelosi akan memberi Pence waktu 24 jam untuk menanggapi.

Setelah itu, kata Pelosi, Demokrat akan bergerak untuk memproses pemakzulan Trump karena dianggap "menghasut pemberontakan" atas perannya dalam penyerbuan Capitol pada Rabu (6/1) yang dilakukan oleh massa pendukungnya.

Trump dan Pence telah bertemu untuk pertama kali usai kerusuhan di gedung Kongres Capitol Hill. Mereka bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih pada Senin (11/1) malam.

Trump sendiri meyakini bahwa Amandeman ke-25 tidak berpengaruh apa-apa di sisa masa jabatannya sebelum Biden dilantik pada 20 Januari.

"Amandemen ke-25 tidak memengaruhi saya," kata Trump merujuk pada tekanan yang ditujukan kepada Wapres Mike Pence untuk melengserkannya.

Trump memperingatkan Amandemen ke-25 justru akan kembali menghantui Biden dan pemerintahannya kelak.

Mass pendukung Trump menggelar demonstrasi di depan gedung Capitol saat Kongres tengah melangsungkan penghitungan pemungutan suara elektoral pemilu pada Rabu pekan lalu.

Mereka menyerbu dan merusak gedung Kongres sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden di pilpres.

Insiden tersebut membuat Trump dikecam. Rencana untuk menggulingkannya pun diserukan.

(dea/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK