Uni Eropa Tolak Kunjungan Menlu AS Usai Penyerbuan Capitol

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 13:15 WIB
Menlu AS Mike Pompeo membatalkan perjalanan ke Eropa karena Menlu Luksemburg dan pejabat tinggi Uni Eropa menolak untuk bertemu. Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo membatalkan perjalanan ke Eropa karena Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn dan pejabat tinggi Uni Eropa menolak bertemu, Selasa (12/1).

Penolakan ini terjadi beberapa hari setelah penyerbuan gedung Kongres Capitol Hill oleh massa pendukung Presiden AS Donald Trump.


Hal tersebut diungkapkan tiga sumber diplomat Eropa dan AS yang mengetahui masalah tersebut seperti dikutip dari Reuters.

Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap demokrasi Amerika itu mengejutkan para pemimpin dunia dan sekutu AS. Tidak sedikit yang mengecam.

Pompeo, pejabat terdekat Trump rencananya ingin bertemu Jean Asselborn di Luksemburg, sekutu NATO, sebelum bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa dan diplomat tertinggi blok itu di Brussels.

"Tetapi rencana ke Luksemburg, yang belum diumumkan secara resmi, dibatalkan setelah para pejabat di sana menunjukkan keengganan untuk menjanjikan bertemu dengan Pompeo," kata sumber diplomatik. Pertemuan di Brussel sendiri tetap berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Luksemburg mengkonfirmasi pembatalan itu, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut. Sedangkan Uni Eropa menolak berkomentar.

Departemen Luar Negeri AS mengaitkan pembatalan itu dengan proses transisi kekuasaan meski sampai saat ini Pompeo enggan untuk secara tegas mengakui kemenangan Joe Biden.

Di Brussel, Pompeo dijadwalkan makan malam pribadi dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu malam di kediaman pribadi Stoltenberg, sebelum bertemu Menteri Luar Negeri Belgia Sophie Wilmes.

Sumber diplomatik mengatakan sekutu AS merasa "dipermalukan" oleh Pompeo setelah insiden di Washington Rabu lalu yang menewaskan lima orang.

Massa pendukung Trump menggelar demonstrasi di depan gedung Capitol saat Kongres tengah melangsungkan penghitungan pemungutan suara elektoral pemilu pada Rabu (6/1) lalu.

Mereka menyerbu dan merusak gedung Kongres sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden di pilpres.

Presiden dari partai Republik itu berulang kali mengklaim tanpa bukti bahwa pilpres yang digelar 3 November itu curang.

Pompeo turut mengutuk kekerasan tersebut tetapi tidak menyinggung peran klaim tak berdasar Trump dalam memicu kerusuhan di Capitol.

Sementara Asselborn menyebut Trump bersikap layaknya seorang kriminal dan "pyromaniac politik".

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK