Taiwan Temukan Kasus Pertama Mutasi Virus Corona dari Afsel

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 07:00 WIB
Pemerintah Taiwan menemukan kasus infeksi perdana virus corona (Covid-19) mutasi yang berasal dari Afrika Selatan. Ilustrasi penduduk Taiwan mengenakan masker saat pandemi virus corona. (AFP/SAM YEH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Taiwan menemukan kasus infeksi perdana virus corona (Covid-19) mutasi yang berasal dari Afrika Selatan.

Dilansir Reuters, Kamis (14/1), kasus infeksi itu diidap oleh seorang lelaki warga Kerajaan eSwatini. Pasien itu saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Menurut Pusat Komando Epidemi Taiwan, pasien berusia 30-an tahun itu tiba di Taiwan pada 24 Desember 2020 untuk bekerja. Dia lantas menunjukkan gejala Covid-19 ketika berada di karantina.


Setelah diperiksa pada 3 Januari, lelaki itu dinyatakan positif Covid-19.

Pusat Komando Epidemi Taiwan menyatakan setiap penduduk yang tiba dari Afrika Selatan, eSwatini dan Inggris wajib dikarantina di tempat khusus selama 14 hari.

Sampai hari ini jumlah kasus Covid-19 di Taiwan tercatat mencapai 843 orang, dengan tujuh pasien meninggal. Hampir seluruh kasus infeksi Covid-19 di Taiwan berasal dari luar negeri, dan hanya ada seratus orang yang dirawat di rumah sakit.

Kerajaan eSwatini yang sebelumnya, bernama Swaziland, berada di dalam wilayah Afrika Selatan. Mereka adalah satu-satunya negara di Benua Afrika yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Perdana Menteri eSwatini, Ambrose Dlamini, meninggal akibat infeksi Covid-19 pada Desember 2020.

Sampai saat ini, penambahan kasus Covid-19 di Afrika Selatan setiap hari mencapai lebih dari 21 ribu orang. Diduga hal itu terjadi akibat penyebaran virus corona mutasi yang lebih cepat menular.

Jumlah kasus keseluruhan mencapai lebih dari 1.2 juta orang, denan lebih dari 33 ribu orang meninggal. Mereka menjadi negara di Afrika dengan kasus Covid-19 terbanyak.

(Reuters/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK