Kasus Corona Naik Jelang Imlek, China Kebut Bangun Karantina

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 21:44 WIB
Pemerintah Kota Shijiazhuang, China, bergegas mendirikan tiga ribu tempat karantina mengantisipasi lonjakan infeksi Covid-19 menjelang Hari Raya Imlek. Petugas kesehatan China bersiaga di lokasi karantina virus corona. Pemerintah Kota Shijiazhuang, China, bergegas mendirikan tiga ribu tempat karantina mengantisipasi lonjakan infeksi Covid-19 menjelang Hari Raya Imlek. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China, bergegas mendirikan tiga ribu tempat karantina untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19) menjelang Hari Raya Imlek.

Dilansir Associated Press, Jumat (15/1), lokasi karantina darurat itu dibangun di dekat lahan peternakan di pinggiran kota Shijiazhuang.

Para pekerja konstruksi dan alat berat dikerahkan untuk mulai mengeruk tanah dan membangun pondasi bangunan.


Hal itu mengingatkan kembali situasi ketika pemerintah China membangun rumah sakit darurat Covid-19 secara kilat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada awal 2020. Saat itu mereka juga mengubah gymnasium menjadi lokasi karantina pasien Covid-19.

China kembali melaporkan lonjakan kasus harian virus corona. Penambahan kasus baru Covid-19 tercatat menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 10 bulan terakhir.
Komisi Kesehatan Nasional China mengungkap 144 kasus baru Covid-19 pada (14/1 ) Januari. Jumlah tersebut naik dari 138 kasus sehari sebelumnya, dan menjadi peningkatan harian tertinggi sejak 1 Maret yakni 202 infeksi.

Komisi mengatakan 135 dari kasus baru merupakan infeksi lokal, 90 di antaranya terjadi di Provinsi Hebei yang mengelilingi Beijing.

Sementara 43 kasus lainnya dilaporkan di Provinsi Heilongjiang. Kemudian Provinsi Guangxi dan Shaanxi masing-masing melaporkan satu kasus.

Akibat lonjakan itu, pihak berwenang memberlakukan lockdown. Setidaknya 28 juta orang diminta untuk tinggal di rumah.

Pihak berwenang mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak perlu. Padahal bulan depan sudah memasuki liburan Tahun Baru Imlek di mana ratusan juta orang Tiongkok biasanya melakukan perjalanan untuk pulang kampung.

(Associated Press/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK