Bendung Lonjakan Kasus Covid-19, China Bangun RS dalam 5 Hari

CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 17:35 WIB
Sebuah rumah sakit khusus untuk pasien Covid-19 rampung dibangun dalam 5 hari. Fasilitas ini merupakan satu dari total 6 RS yang rencananya didirikan. Petugas kesehatan di China tengah berjaga, negara ini kembali menghadapi lonjakan kasus Covid19. (Foto: AP/Jin Haoyuan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China baru merampungkan pembangunan rumah sakit khusus pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) di Nangong, Provinsi Hebei, dengan kapasitas 1.500 kamar. Proses pembangunan ini tercatat rampung dalam lima hari.

Pembangunan rumah sakit itu dilakukan menyusul lonjakan kasus virus corona dalam beberapa waktu terakhir.

Kantor berita Xinhua memaparkan, rumah sakit tersebut merupakan yang pertama dari total enam rumah sakit yang bakal dibangun di sejumlah provinsi di China. Keenam rumah sakit ini nantinya memiliki kapasitas perawatan pasien Covid-19 hingga 6.500 ruangan.


Selain di Nangong, pemerintah China tengah merampungkan pembangunan rumah sakit serupa dengan kapasitas 1.000 ruangan di Shijiazhuang. Xinhua melaporkan, rumah sakit ini akan selesai dalam satu pekan ke depan.

Meski sempat nihil kasus corona, China kembali dihantui lonjakan penularan Covid-19 sejak Desember 2020 lalu.

Saat ini, dilansir dari Associated Press, ada total 645 kasus corona di Nangong dan Ibu Kota Hebei, Shijiazhuang. Pemerintah Shijiazhuang menyatakan tengah membangun sebuah rumah sakit dengan kapasitas 3.000 ruangan.

Klaster virus corona baru juga ditemukan di Ibu Kota Beijing, Provinsi Heilongjiang, dan Provinsi Liaoning.

Infografis Negara yang Terapkan Travel Ban ke Inggris karena Mutasi CoronaInfografis Negara yang Terapkan Travel Ban ke Inggris karena Mutasi Corona. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

Komisi Kesehatan Nasional China menuturkan, penularan corona kali ini lebih cepat dari biasanya.

"Ini lebih sulit diatasi. Klaster penularan telah terjadi ketika epidemi ditemukan jadi ini lebih sulit dicegah," ungkap komisi tersebut melalui pernyataan pada Sabtu (16/1).

Komisi Kesehatan Nasional mengklaim seluruh kasus infeksi virus corona itu impor dari luar negeri yang bisa berasal dari kedatangan individu atau kontaminasi produk makanan impor.

Sejauh ini, pemerintah China mengklaim menemukan jejak virus corona pada beberapa daging, produk impor lainnya. Temuan ini memicu aparat berwenang menginspeksi hingga melakukan tes corona terhadap produk impor serta orang-orang yang bekerja di tempat penyimpanan barang di pelabuhan.

(rds/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK